Satlak Prima Pastikan Tak Ada Cabor yang Reimburse Lagi

Satlak Prima Pastikan Tak Ada Cabor yang Reimburse Lagi

Mercy Raya - Sport
Rabu, 13 Jan 2016 18:50 WIB
Satlak Prima Pastikan Tak Ada Cabor yang Reimburse Lagi
Jakarta - Berkaca dari yang sudah-sudah, banyak Pengurus Besar/Pengurus Pusat cabang olahraga yang kerap melakukan reimburse setiap akan melakukan uji coba atau training camp untuk event besar seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima), Achmad Sutjipto, mengatakan persoalan-persoalan yang terjadi pada era kepemimpinan sebelumnya tak akan terjadi kembali. Ia menyebut anggaran try out menuju kualifikasi Olimpiade dipastikan akan diperoleh di muka.
 
"Kami akan berusaha supaya tidak ada lagi reimbursement (penggantian pembayaran), tidak ada lagi PB-PB bayar di depan baru kita bayar. Kami akan lakukan sekuat kami bahwa PB akan mendapat anggaran (try out atau dana peralatan) di depan," kata Sutjipto saat ditemui di PP ITKON, Jakarta, Rabu (13/1/2016).
 
Dari rancangan anggaran yang ada, Pak Tjip --begitu Achmad Sutjipto disapa-- mengatakan pemerintah sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 570 miliar. Dana itu untuk memenuhi kebutuhan atlet sepanjang tahun 2016, termasuk persiapan menuju Olimpiade.  
 
"Dananya sudah ada. Yang jelas, begitu memenuhi syarat administrasi maka dananya sudah keluar. Seperti misalnya dayung yang akan berangkat ke China Mei mendatang, atau panahan yang akan berangkat ke Turki dan Amerika, atau bulutangkis yang masih ada lima lagi untuk melakukan kualifikasi Olimpiade."
 
Begitu pula soal uang saku atlet, Tjip memastikan akan memberikan paling lambat tanggal 7 di awal bulan dengan kenaikan dari jumlah uang saku sebelumnya.

"Jadi yang untuk bulan ini (Januari) atlet akan menerima pada 7 Februari mendatang," sebut dia tanpa menjelaskan secara rinci jumlah kenaikannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang diungkapkan Tjip, berbanding terbalik dengan apa yang dialami angkat besi. Pasalnya, salah satu cabang prioritas Olimpiade ini mengaku belum sepenuhnya terbantu, kendati uang akomodasi (makan dan penginapan) mulai ada peningkatan sejak beberapa kepengurusan sebelumnya.
 
Manajer angkat besi, Alamsyah Wijaya, mengatakan dimulai dari yang hanya Rp 200 ribu per atlet per hari (era Surya Dharma),  menjadi Rp 400 ribu (era Suwarno), dan Rp 500 ribu untuk tahun ini.
 
"Mereka (satlak Prima) menjanjikan Rp 500 ribu per hari per atlet. Tapi sampai sekarang belum kami terima. Kami pindah penginapan dari Century ke hotel di Pejompongan saja sampai saat ini masih kami talangi dulu sekitar Rp 270 juta. Itu saja belum dengan tambahan transportasi," kata Alamsyah.
 
"Sementara soal Satlak yang membuat perubahan uang saku atlet akan dibayarkan setiap tanggal 7 awal bulan, ya bagus. Kita lihat saja," tandasnya.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads