Kepelatihan Performa Tinggi, Cara Satlak Prima Penuhi Target 10 Besar Asian Games

Kepelatihan Performa Tinggi, Cara Satlak Prima Penuhi Target 10 Besar Asian Games

Mercy Raya - Sport
Rabu, 13 Jan 2016 20:36 WIB
Kepelatihan Performa Tinggi, Cara Satlak Prima Penuhi Target 10 Besar Asian Games
Jakarta - Indonesia ditarget masuk 10 besar saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Satlak Prima sudah menyiapkan apa yang mereka sebut sebagai Kepelatihan Performa Tinggi demi memenuhi target itu.

Satlak Prima sebagai perpanjangan tangan Kemenpora diharapkan bisa memenuhi target yang diminta oleh pemerintah yakni masuk dalam jajaran 10 besar Asia. Sebagai gambaran, pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Indonesia hanya mampu berada posisi 17. Jauh dari target yang diharapkan yakni masuk jajaran 10 besar. Pada 2018 nanti, target tersebut kembali dicanangkan.

Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto mengatakan saat ini dirinya sudah memiliki rancangan yang disebutnya sebagai kepelatihan perfoma tinggi. Yang dimaksud dengan kepelatihan performa tinggi adalah metode kepelatihan yang didasarkan kepada data-data yang benar. Data itu bisa dikumpulkan dari konsistensi si atlet, kemudian dari hasil pengamatan pelatih, dan hasil dari tes laboratorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua itu kami kumpulkan sehingga kami tahu profil atlet. Semua atlet harus punya profilnya, nah dari profil itulah kemudian rencana dan program latihan disusun. Sekarang ini kan mereka (atlet-atlet) masih menjalani tes (medis, psikologis, dan fisik lab),” kata Sutjipto.

Rencananya profil atlet ini akan rampung pada akhir Januari nanti. Nanti pada bulan berikutnya, barulah Satlak Prima bersama-sama pelatih menetapkan program latihan untuk para atlet.

"Tetapi bukan berarti pelatih tidak punya program loh ya, kami akan sinkronisasi dengan program Satlak Prima. Tugas kami kan itu untuk memberi penguatan,” kata Tjip, panggilan akrab Achmad Sutjipto.

Dengan program tersebut, Tjipto optimistis target 10 besar pasti bisa digenggam. β€œYa, harus optismistis dong, dengan sport science tak ada yang tidak bisa dikerjakan,” tukasnya.

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads