Oktohari telah memperkirakan anggaran kontingen atlet menuju Olimpiade Rio 2016 bakal tembus sampai angka Rp 50 miliar. Namun, pemerintah baru bisa menganggarkan sebesar Rp 35 miliar. Itupun tidak hanya dialokasikan untuk Olimpiade saja, tetapi juga menyebar ke Asian Beach Games, dan Paralimpiade.
Menurut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, jumlah itu belum pasti karena pihaknya masih menunggu rancangan anggaran pasti yang dibuat oleh CdM Olimpiade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembari menunggu anggaran riil, pihaknya juga meminta Oktohari untuk lebih kreatif dalam mencari dana. Pasalnya, tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh pemerintah. "Untuk itu kami meminta yang sulit di-back up APBN tolong cari dari swasta," katanya.
Β "Atau contoh lain, CdM juga meminta agar atlet-atlet yang sudah meraih medali bisa langsung diberikan hadiah secara langsung. APBN kan tidak bisa seperti, sehingga kami minta CdM cari sponsor. Meski secara prinsip kami akan (berusaha)Β untuk penuhi itu semua," ujar dia.
Untuk mengakali anggaran yang membengkak jelang keberangkatan, Djoko juga meminta agar CdM untuk lebih dulu membuat kesepakatan pertama serta uang muka kepada pihak penginapan di Brasil. Sebab, anggaran dari pemerintah diperkirakan baru bisa cair empat atau lima bulan sebelum keberangkatan atlet menuju Olimpiade. Kontingen Indonesia diperkirakan berangkat sekitar Juli 2016.
"Angkanya sudah pasti naik (dari Olimpiade London) tetapi hitung-hitungan 25-30 atlet yang berangkat saya kira biayanya tidak akan sampai Rp 50 miliar. Makanya saya meminta agar CdM bisa memberikan anggaran pastinya paling lambat awal Februari, karena APBN itu baru akan dibahas sekitar akhir Februari-Maret," tandasnya. (cas/cas)











































