Anggaran yang dimaksud berkaitan akomodasi seperti penginapan dan uang makan selama pelatnas. Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil rapat yang dilakukan antara Satlak Prima dengan Kemenpora pada Jumat (15/1/2016). Tjip, demikian Achmad Sutjipto akrab disapa, mengatakan bahwa dalam rapat kemarin, telah disusun dan diterapkan protokol penyaluran anggaran yang lebih baik. Artinya, sistem reimburse diusahakan tidak akan terjadi lagi.
"Sedapat mungkin kegiatan Satlak Prima itu akan didukung di depan. Selama semua prosedur yang ditetapkan diikuti cabang olahraga. Tentu dalam hal ini akan ada validasi administrasi dulu, tapi itu tidak akan lama. Paling lima sampai sepekan sudah selesai semua," kata Sutjipto ketika ditemui di PP ITKON Senayan, Senin (18/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena masih ada beberapa abang yang mengikuti sistem Satlak kemarin (pakai sistem reimburse). Tahun ini kami meminta untuk lebih cepat dalam pengajuan ke Satlak supaya awal Februari bisa diambil, paling tidak 70 persennya. Karena kalau telat, ya terlambat nanti cairnya," ujarnya. Sementara sisa 30 persen lainnya baru diberikan setelah laporan pertanggung jawabannya diberikan ke Satlak Prima.
Sebagai gambaran, saat ini tercatat ada 520 atlet dari 31 cabang olahraga yang SK-nya sudah ditandatangani Ketua Satlak Prima. Dengan rincian 131 skuat utama, 389 skuat muda, dan direncanakan akan ada 200 skuat pratama.
"Skuat pratama yang berjumlah 200 orang itu belum dimasukan karena masih menunggu usulan dari cabang olahraga kemudian diikuti oleh hasil tes. Begitu untuk cabang olahraga beregu dan cabang olahraga Asian Games yang lain masih dalam proses karena itu kan belum final cabor apa saja. Mungkin nanti setelah KOI rapat koordinasi komite dengan OCA (Olympic Council of Asia), baru bisa diputuskan khusus untuk proyeksi Asian Games," jelasnya.
Ia juga berharap dengan diubahnya sistem pencairan anggaran dari Satlak Prima ke PB dari biasanya dibayar setelah bulan berjalan atau rapel berubah ke sistem bayar di muka, PB-PB bisa fokus pada peningkatan perfoma.
Menyoal sosilisasi ini kepada induk-induk cabang olahraga, Sutjipto mengatakan, sudah memberikan intruksi kepada High Perfomance Director (HPD). "Mereka yang akan sosialisasikan, karena lewat mereka juga nantinya PB akan memberikan proposal nantinya," tandasnya.
(mcy/roz)










































