Sikap tersebut senada dengan imbauan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang meminta agar Prima melakukan intervensi mengenai hal tersebut, supaya cabang-cabang terpilih memang yang berpotensi menyumbangkan medali buat Indonesia.
Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto menolak untuk mengubah proyeksi Olimpiade dari yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 12 cabor.Β Menurut dia, cabang yang ada saat ini sudah berdasar data konsistensi dan prestasi dari pengurus sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kami juga harus melihat konsistensi daripada prestasi. Konsistensi itu tidak bisa dibohongi dan itu sudah di-screen oleh Prima yang lama. Tentu dengan harapan semua screening itu sudah dipertimbangkan oleh Satlak yang lama. Tiba-tiba ada cabor yang bilang, 'Pak, saya mau ikut?' Please, deh. Olahraga prestasi itu tidak gampang," tambahnya.
Menurutnya, lebih baik cabang yang sudah dipastikan tidak masuk proyeksi fokus menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.
DariΒ 12 cabang proyeksi, Indonesia baru meloloskan 10 atlet dari panahan (2), atletik (1), dan angkat besi (7).
Tiga cabor proyeksi lain telah dipastikan gagal meloloskan wakilnya ke Brasil, yaitu βequestrian, balap sepeda, dan kano. Sedangkan yang masih berpeluang adalah bulutangkis, taekwondo, judo, dayung, voli pantai, dan balap sepeda.
(mcy/a2s)











































