"Kalau demikian keputusannya, itu hak dari Satlak Prima. Kami juga tidak bisa intervensi. Yang jelas PB ISSI akan terus mengupayakan agar balap sepeda bisa dapat wild card," kata Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, ketika dihubungi, Selasa (19/1/2016).
Salah satu upayanya adalah dengan terus melobi UCI (Union Cycliste Internationale) terkait rencana menggelar tiga seri turnamen level C2 perlombaan BMX tahun depan. Ini dilakukan guna mendongkrak perolehan poin negara. PB ISSI masih menunggu putusan UCI terkait pengajuan mereka untuk gelar turnamen internasional di Yogyakarta, Siak (Riau), dan Banyuwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini kami PB ISSI terus melobi UCI untuk gelar seri turnamen itu. Keputusannya baru nanti di Jepang, 25-26 Januari mendatang. Kalau kita bisa menggelar ini kan poinnya bisa bertambah," ujar Okto yang juga merupakan Chef de Mission kontingen "Merah Putih" di Olimpiade mendatang.
Pengakuan Ketua bidang BMX PB ISSI sekaligus pelatih Elga, Dadang Haries Pumomo, Β si atlet sebenarnya sudah sembuh dari cedera lutut yang sudah dialaminya sejak 2013. Hal itu dibuktikan dari program latihan yang dilakukannya Elga secara teknis tidak menganggu.
Kendati hasil tes Β medis menyatakan sebaliknya. Elga masih dinyatakan sakit.Β "Secara teknis itu tidak mengganggu program latihan sama sekali. Tapi secara medis dinyatakan sakit. Saya juga bingung," ujarnya.
Walau begitu, kata Dadang, PB ISSI masih akan menjalankan program latihan sesuai dengan komitmen timnya sejak awal, yang ingin mendorong balap sepeda BMX masuk dalam Olimpiade Rio.
"Apapun keputusan Prima, programΒ PB ISSI tetap jalan. Jadi siapapun yang berangkat silakan, bagaimana kebijakannya. Kami tidak hanya bertumpu pada Elga, untuk bisa mendapat poin kita bergantung pada pelapisnya untuk meraih poin negara dalam kualifikasi Olimpiade Rio," tandas Dadang.
(mcy/a2s)











































