Wacana menyediakan fasilitas asuransi kesehatan untuk atlet hingga saat ini belum bisa terealisasi. Banyak perusahaan yang merasa enggan karena tanggungan atlet dinilai cukup besar.
Hal itu menjadi salah satu yang dibahas dalam acara rapat dengar pendapat antara Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) dengan Komisi X DPR RI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yayuk Basuki, yang memunculkan wacana tersebut. Ia mengingatkan Satlak Prima supaya juga membuat anggaran untuk mengasuransikan atlet, sebagai bagian dari keperluan pembinaan Prima secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, asuransi penting bagi atlet karena risiko untuk terkena cedera sangat besar, termasuk ketika latihan maupun bertanding.

"Kalau sudah cedera, apa yang kita dapat sebagai atlet selain asuransi. Kita (atlet ) sudah berikan semua, tapi prestasi belum tercapai tiba-tiba harus putus di tengah jalan. Makanya, paling tidak dengan asuransi recovery bisa lebih cepat lagi," sambungnya.
Sebab, kata Yayuk, tidak semua atlet bisa mengasuransikan dirinya sendiri. Bagi yang tidak mampu, di situlah peran negara. Karena itu juga, Yayuk berharap minimal Satlak Prima bisa mengajukan dulu kepada Komisi X.
"Saya yakin perusahaan asuransi jarang yang menolak, apalagi ini kepentingannya untuk negara. Ingat, yang namanya celaka itu bisa di mana saja darat maupun udara. Yang penting ajukan dulu, masalah proses nanti. Utamanya atlet yang betul-betul dituntut negara, katakanlah atlet utama."
Menanggapi masukan dari Yayuk, ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto mengatakan, pihaknya bukan tak pernah mengupayakan hal tersebut. Namun dia pun berjanji akan terus memperjuangkannya.
"Tapi saya belum punya jawaban yang pas, kami pernah coba dulu di PAL (Program Atlet Andalan). Tapi tidak bisa, perusahaan asuransi enggan dan membuat kredit pertanggungan yang sangat tinggi. Makanya pemerintah tidak mau tanggung," imbuh pria yang biasa disapa Pak Tjip itu.

(mcy/a2s)











































