Demi Tembus Limit A, Perenang Indonesia Akan Berlatih di Australia

Demi Tembus Limit A, Perenang Indonesia Akan Berlatih di Australia

Mercy Raya - Sport
Kamis, 21 Jan 2016 17:30 WIB
Jakarta - PRSI bersama Satlak Prima menargetkan tiga perenang Indonesia bisa masuk limit A kualifikasi Olimpiade Rio 2016. Untuk mewujudkan itu, pertengahan bulan depan akan digelar pemusatan latihan di Australia.

β€ŽPRSI sejatinya sudah mempersiapkan lima wakilnya di pemusatan latihan proyeksi kualifikasi Olimpiade yaitu Triady Fauzi Siddiq, I Gede Siman Sudartawa, Glenn Victor, Ricky Angga Wijaya, dan Fadyan Prawira. Kelimanya diklaim sudah tembus limit B lewat hasil SEA Games 2015 lalu.

Namun hal tak cukup karena Satlak Prima menginginkan tiga dari lima atlet yang dipersiapkan, yaitu Siman, Triady, dan Glenn, bisa tembus limit A, atau minimal masuk ranking 30 terbaik dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan β€Žpeluang menembus limit A, hanya Glenn, Triady, dan Siman yang punya catatan waktu paling dekat untuk bisa lolos otomatis ke Olimpiade. Glenn pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu hanya terpaut 0,4 detik, sedangkan Triady pada 100 meter gaya bebas terpaut waktu 0,7 detik. Sementara Siman yang berusaha lolos di nomor 100 meter gaya punggung terpaut 1 detik dari limit A.

"Nah, untuk mengejar itulah Pak Tjip (Ketua Satlak Prima, Achmad Soetjipto) menyiapkan perenang-perenang ini untuk ikut training camp di Australia, pertengahan Februari nanti," kata wakil ketua umum Satlak Prima sekaligus koordinator khusus cabang lomba, Lukman Niode.

Di dalam training camp nanti para perenang Indonesia bakal ditempa skill dan power-nya oleh pelatih asal Australia, Kevin Gavin Ulquhart, yang sebelumnya pernah juga melatih kontingen renang Indonesia periode 2005-2008.

Di sela-sela pemusatan latihan di Negeri Kanguru itu Glenn dkk.Β bakal diikutkan dalam kualifikasi Olimpiade di Eropa dan Asia pada April dan Juni mendatang.

"Kualifikasinya belum kami tentukan di mana. Pokoknya kualifikasi yang mendapat approved dari FINA (Federasi Renang Internasional), itu yang akan kami ikut, karena sekarang 'kan sudah tidak bisa kejuaraan lagi, tapi mengikuti kualifikasi per zona. Apakah itu Australia, zona Eropa, atau Asia," jelasnya.

Lalu bagaimana dengan peluang lolos kualifikasi Olimpiade? "Saya rasa dengan jangka waktu latihan yang panjang, dipotong dua kali ikut kualifikasi pasti bisa. Yang penting bagaimana cara kita untuk meloloskan ketiga perenang ini ke limit A atau masuk ranking 30 terbaik dunia," kata Lucky, panggilan akrab Lukman Niode.



(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads