Kementerian Pemuda dan Olahraga diminta untuk mengutamakan persiapan Asian Games 2018. Pengamat olahraga Ari Junaedi juga meminta agar Menpora cari alternatif dukung Rio Haryanto dengan melibatkan swasta dan masyarakat.
Indonesia sudah berkomitmen untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pemerintah mengajukan dana senilai Rp 756,5 miliar tapi hanya mendapatkan persetuan senilai Rp 500 miliar.
Itupun belum bisa cair di awal tahun, sesuai jadwal start renovasi Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Maka renovasi juga dipastikan mundur dari jadwal awal di bulan Januari menjadi mulai Agustus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan Rio belum tuntas, kemenpora menerima usulan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP tahun 2017. Sirkuit yang ada hanyalah Sirkuit Sentul di Bogor yang sudah tua. Maka, jika digunakan untuk gelaran MotoGP bisa jadi bukan hanya renovasi tapi rombak total.
Ari menilai dengan tingginya biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan tiga agenda itu dalam satu waktu--tahun ini--, Menpora haruslah realistis. Menpora harus menetapkan skala prioritas.
"Seharusnya kemenpora lebih fokus kepada bidang yang menjadi prioritasnya. Tentunya yang utama adalah persiapan tuan rumah Asian Games," kata Ari yang dihubungi detikSport, Kamis (28/1/2016).
"Ingat lho masih banyak venue yang perlu perbaikan, ya di Jakarta, ya di Palembang. Belum lagi masalah wisma atlet yang harus membangun baru?
"Juga soal prestasi. Jangan sampai kita hanya jadi penonton. apapun caranya kita harus dikenang sebagai tuan rumah yang berhasil. Banyak PR besar kemenpora untuk mengatasi persoalan-persoalan Asian Games!" jelas dia.
BACA JUGA: Kemenpora dan Beban-Beban yang (Ingin) Dipikulnya Sekaligus
Ari berpendapat bukan berarti Menpora Imam Nahrawi juga mengabaikan Rio. Dia berharap Rio bisa tampil di Formula 1 tahun ini.
"Rio perlu juga. Dia adalah satu-satunya talenta yang ada di Indonesia untuk berkiprah di balapan bergengsi tersebut. Tapi, jangan melulu pakai APBN. Ayo menpora harus bisa memanfaatkan pihak swasta dan masyarakat untuk mendukung Rio. Bukan hanya swasta ya, tapi masyarakat harus dilibatkan. Selama ini kan masyarakat belum dilibatkan. Kalau perlu bikin gerakan Rp 10 ribu untuk Rio dan ramaikan di media sosial," tutur Ari.
"Satu lagi untuk pembangunan sirkuit baru atau renovasi Sirkuit Sentul lupakan sajalah. Kita masih jauh untuk menjadi tuan rumah MotoGP.
"Kemenpora harus mempunyai prioritas. Tidak bisa semua diambil tanpa skala prioritas. Belum lagi persoalan PSSI yang sudah cukup lama beku dan belum ada tanda-tanda solusinya," ucap dia.
(fem/krs)











































