OCA Belum Sepenuhnya Puas Perkembangan Persiapan Asian Games 2018

OCA Belum Sepenuhnya Puas Perkembangan Persiapan Asian Games 2018

Mercy Raya - Sport
Minggu, 31 Jan 2016 19:58 WIB
OCA Belum Sepenuhnya Puas Perkembangan Persiapan Asian Games 2018
Jakarta -

Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council Asia (OCA) belum sepenuhnya puas atas perkembangan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Hal tersebut disampaikan OCA setelah melakukan rapat koordinasi komite Asian Games 2018 selama dua hari, yang berakhir hari ini, Minggu (31/1/2016) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan. Rapat tersebut diikut antara lain dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Sumatera Selatan, ketua Satgas renovasi komplek Gelora Bung Karno, INASGOC, serta Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam rapat itu Indonesia menjelaskan antara lain pembangunan wisma atlet, renovasi sejumlah venue, sampai soal penetapan tuan rumah upacara pembukaan dan penutupan yang diputuskan di Jakarta, serta penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di event tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun puas dengan kemajuan beberapa hal, namun OCA memberi sejumlah catatan penting yang harus betul-betul diperhatikan tuan rumah. Mereka mengkhawatirkan tenggat waktu persiapan karena waktunya mulai tak banyak lagi.

"Pada prinsipnya kami puas, tapi tidak sepenuhnya. Indonesia membuat perkembangan tapi masalahnya adalah bisa melakukannya atau tidak. Sebab, waktu yang tersisa tidak banyak," kata wakil presiden kehormatan OCA, Wei Jizhong.

Kekhawatiran OCA tersebut terutama pada renovasi komplek olahraga di kawasan GBK.

β€œSoal pembangunan venue baru tidak akan ada masalah, karena itu mudah. Justru re-building komplek olahraga yang sulit. Saya sudah menghubungi Menteri PU-Pera, jika mereka meminta bantuan, kami akan berikan supaya pembangunan berjalan baik," ucap dia.

Dua masalah lainnya yang menjadi catatan OCA adalah soal kantung parkir dan lahan kosong yang tidak banyak untuk bangun baru. Menurut Jizhong, di beberapa venue tidak ada tempat parkir yang memadai. Padahal, lahan parkir sangat diperlukan jika sewaktu-waktu ada pertandingan yang dilakukan bersamaan.

"Beberapa venue yang kalian (Indonesia) punya tidak ada tempat parkir yang memadai. Kalian tidak punya tempat parkir bawah tanah. Jika semua pertandingan dilangsungkan bersamaan, itu akan menjadi masalah. Masalah lainnya, untuk membangun venue, kalian juga tidak punya lahan untuk membangunnya karena kalian berada di tengah kota," tukas dia.

Kendati begitu, Jizhong mengatakan pihaknya akan membantu mencari solusi atau minimal memberikan saran teknis. Pihaknya juga masih percaya pemerintah Indonesia bisa melakukannya. Terlebih, Satgas infrastruktur Asian Games sudah memberikan timeline-nya, dari pembangunan yang ditargetkan mulai Maret mendatang, dan renovasi GBK yang dimulai Agustus mendatang.

"Satgas kalian sudah menentukan jadwal pengerjaannya. Kami akan bekerja sama untuk memastikan itu agar selesai tepat waktu," tandas Jizhong.

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads