Pada rapat Kordinasi Komite (Korkom) Asian Games 2018 bersama OCA pada 30-31 Januari 2016, di Hotel Fairmont, Senayan, disepakati bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan hanya 37.
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebelumnya mengajukan dua tambahan cabor, yakni jetski dan paralayang. Namun OCA tetap pada koridor 28 cabor olimpiade, 8 cabang non-olimpiade, dan satu cabang usulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"OCA tetap pada keputusan general assembly. Tapi mereka membuka peluang jika Indonesia mau menukar bridge. Artinya, melihat mana yang memungkinkan berpeluang medali emasnya," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Minggu (31/1/2016).
Kendati menolak adanya penambahan cabor, OCA masih bisa berkompromi soal nomor di delapan cabor non-olimpiade, dan menyerahkan itu kepada tuan rumah.
"OCA bilang silakan Anda menetapkannya sesuai dengan potensi emas yang mungkin bisa meraup banyak medali, dan kami pun menunggu perhitungan Prima. Maka itu, kami sengaja mengajak Prima ke sini (Korkom OCA) supaya Prima melihat dan mendapatkan auranya," imbuh Gatot.
Tukar venue cabor
Selain cabang pertandingan, OCA juga menerima permintaan tuan rumah untuk menukar tempat pertandingan beberapa cabor. Tenis dan soft tenis akan dipindah ke Palembang sedangkan angkat besi, senam, dan tenis meja akan dihelat di Jakarta.
"Tenis, misalnya, mesti ditukar karena lapangan di Jakarta sedikit. Tapi pada saat semifinal dan final di Jakarta, dan sejauh ini lobi kita dengan OCA sangat mulus sekali," sebut Gatot.
(mcy/a2s)










































