UCI Izinkan ISSI Geber Kompetisi, Peluang Elga ke Olimpiade Terbuka

UCI Izinkan ISSI Geber Kompetisi, Peluang Elga ke Olimpiade Terbuka

Mercy Raya - Sport
Kamis, 04 Feb 2016 17:31 WIB
UCI Izinkan ISSI Geber Kompetisi, Peluang Elga ke Olimpiade Terbuka
Reno Hastukrisnapati Widarto/detikSport
Jakarta - Peluang Elga Kharisma Novanda ke Olimpiade 2016 terbuka lagi. Itu setelah UCI (Uni Balap Sepeda Internasional) mengizinkan Indonesia menggelar enam turnamen balap sepeda nomor BMX di Indonesia.

Elga menjadi salah satu pebalap Indonesia yang berpeluang lolos ke Olimpiade 2016 di Brasil dari nomor BMX. Saat ini pebalap putri asal Malang, Jawa Timur tersebut berada di urutan ke-26 dunia dengan poin 463. Untuk lolos Olimpiade, Elga harus mengisi 17 besar dunia.

Nah untuk mendongkrak peringkat dan poin Elga, PB ISSI berinisiatif untuk menghelat kejuaraan balap sepeda BMX level C1 di Indonesia. Dari perhitungan PB ISSI, Elga setidaknya harus mengikuti enam turnamen di Indonesia. Dengan dilaksanakan di Indonesia, Elga bisa terbantu poin beregu atas nama negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah berkirim surat dengan UCI untuk meminta perlombaan C1 bisa dilakukan di Indonesia. Alhamdullilah semuanya dibalas, dan mereka mengabulkan tiga daerah yang kami tawarkan," kata Chef de Mission Raja Sapta Oktohari, di sela-sela kunjungannya ke kantor Detik.com, Kamis (4/2/2016).

Baca juga: Demi Loloskan Pebalap PB ISSI Geber Turnamen Internasional

Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari, mengaku sempat khawatir rencana itu gagal. Sebab, waktu menuju Olimpiade cukup pendek hanya tersisa sekitar enam bulan lagi.

"Di sini saya ingin saya ingatkan bahwa kami semua sadar betul bahwa Satlak Prima punya keterbatasan pertama anggaran, yang kedua waktu. Nah ini bisa kami pahami, tapi tidak lantas memberhentikan niat kami," ucap Okto.

"Sama seperti tinju tidak pernah diproyeksikan tapi mereka bisa setelah dapat peluang kualifikasi, seperti menembak. Apalagi kami. Walaupun sudah tidak mungkin, buat kami belum selesai. Kalau pintunya sudah ditutup baru ya bagaimana lagi," ungkapnya.

PB ISSI mengajukan tiga daerah sebagai tuan rumah, yakni Siak, Banyuwangi, dan Yogyakarta. UCI menyepakatinya. Selaian menyiapkan pebalap, PB ISI juga harus memperbaiki lintasan perlombaan, utamanya di Yogyakarta yang rusak berat.

" Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah Siak, dan pemerintah Banyuwangi. Keduanya memberi respons positif. Kendalanya sekarang ada di Yogyakarta, karena treknya hancur. Kami tidak tahu waktunya cukup atau dananya ada untuk melakukan pembenahan sampai waktu yang ditetapkan. Karena dari UCI tanggal dan waktunya sudah ditetapkan. Inilah yang masih harus kami sesuaikan lagi," ungkapnya.

"Mudah-mudahan Yogya bisa mempercepat proses supaya bisa terlaksana. Ini lumayan, karena kalau sampai terjadi ini bisa memperbesar peluang mendapatkan enam kali tambahan poin Olimpiade. Mungkin banyak yang masih khawatir, tapi prinsip saya coba dulu. Kalau memang kurang kirim ke luar negeri," tandasnya.




(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads