Soal Rio misalnya, hingga kini intinya belum sponsor yang masuk untuk pebalap Indonesia yang sedang berusaha masuk Formula 1 melalui tim Manor Racing itu. Pun soal MotoGP, bahwa pihaknya masih kebingungan soal skema pembiayaan antara negara dan swasta, sementara Dorna tetap membuka kesempatan kepada Indonesia untuk menggelar balapan motor paling bergengsi tersebut.
Baca juga
Menpora Minta Orang Kaya Indonesia Gotong Royong Bantu Rio
Dorna Beri Kelonggaran, Indonesia Masih Bisa Gelar MotoGP
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana perkembangan dana untuk Rio Haryanto?
Kita terus berusaha, termasuk berusaha meyakinkan Kementerian Keuangan, DPR, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit.
Deadline besok?
Saya dengar seperti itu, tapi saya belum terima informasi resminya.
Artinya masih tertahan?
Iya tertahan.
Kalau soal MotoGP?
Tidak harus 30 Januari deadline kontrak, tapi sampai bulan Juni.
Persoalan Moto GP apaan sih, Pak?
Terkait pembiayaan APBN terhadap swasta. Seharusnya swasta yang membangun sirkuit, pemerintah hanya support pengamanan, akses, imigrasi.
Apakah 2017 masuk akal, atau dimundurkan?
Kami masih berusaha tetap 2017. Saya dapat kabar Dorna beri toleransi. Kalau infrastruktur belum siap sampai 6 bulan ke 2017, kita masih diberi peluang. Intinya Dorna butuh Indonesia, karena mereka tahu pangsa pasar motor terbesar ada di Indonesia.
Ada kesepakatan tertentu dengan Sentul?
Belum. Saya dengar Sentul, mereka ingin bangun sendiri infrastruktur dalamnya. Saya dengar Dorna akan bertemu Indonesia dua minggu mendatang, setelah kita lobi.
(jor/a2s)











































