Nama-nama yang masuk dalam INASGOC sejatinya sudah ada saat era kepemimpinan KOI Rita Subowo. Namun, karena ada pergantian kepengurusan KOI, maka secara otomatis ketua Organizing Committe-nya (OC) ikut berubah. Tak hanya ketuanya saja, wakil ketua, sekretaris jenderal, bendahara, hingga devisi-devisinya hampir 80 persen berubah. Hal inilah yang membuat INASGOC belum bisa diberi Surat Keputusan (SK) hingga sekarang.
"Panitia INASGOC sudah ada pada jaman Ibu Rita (subowo). Keppres (Keputusan Presiden) mengatakan bahwa ex-officio (jabatan otomatis ketum KOI menjadi Ketua OC). Nah pada saat kami terpilih, 1 November lalu sebenarnya kami langsung rapat soal ini. Kami menyepakati soal adanya perubahan panitia. Artinya bukan hanya ketuanya saja berubah, tapi Sekjen, bendahara dan wakilnya juga, juga deputinya. Makanya saat ini masih dalam proses," kata Muddai di kawasan Senayan, Sabtu (6/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan minggu depan sudah diumumkan perubahan panitia INASGOC oleh ketum Erick Thohir. Sekarang proses perbaikan sudah 98 persen selesai. Sisanya belum karena ada beberapa orang yang menolak masuk, makanya kami masih harus mencari lagi," sebutnya.
Di lain sisi, pihaknya akan terus memonitor setiap lini jelang Asian Games 2018. Apalagi, enam perwakilan Olympic Council of Asia (OCA) saat ini sudah berkantor di Jakarta. mereka tugasnya mengawasi setiap pekerjaan yang dilakukan Indoensia, termasuk soal perkembangan pembangunan dan hal lainnya.
"Kami akan terus memonitor semua kegiatan yang ada, termasuk pembangunan-pembanguna, cek segala macam. Seperti mempersiapkan kepanitian yang solid, kemudian berkomunikasi dengan Satlak Prima, KONI, dan Kemenpora, supaya bisa sukses prestasi. Sebab, tanpa sukses prestasi hanya penyelenggara saja juga tidak bisa," pungkasnya.
(mcy/din)











































