Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan, hasil rapat Kordinasi Komite (Korkom) dengan Olympic Council of Asia (OCA) akhir Januari lalu menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk Indonesia.
INASGOC (Panitia Penyelenggara) Asian Games 2018 diberi waktu dua pekan sejak Korkom ketiga digelar, guna menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Salah satunya adalah jadwal menggelar Asian Youth Games, juga terkait logo dan maskot yang akan digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain soal waktu untuk Asian Youth Games, INASGOC juga diminta untuk menetapkan cabang olahraga pilihan tuan rumah. Sebelumnya, 37 cabang olahraga sudah ditetapkan di rapat regional OCA di Turkmenistan, 14 Juni 2015. Itu sudah termasuk usulan Indonesia yaitu cabang bridge.
Namun saat Korkom, INASGOC juga mengusulkan sepatu roda, jetski, dan paragliding. Usulan untuk menambah ditolak OCA. Kendati menolak, OCA masih bisa berkompromi soal nomor di delapan cabor non-olimpiade, dan menyerahkan itu kepada tuan rumah.
"Maka itu, KOI hari ini koordinasi dengan Pak Soetjipto (Ketua Satlak Prima) antara bridge, sepatu roda, paragliding, dan jetski, mana yang paling banyak dulang emas. Yang jelas, hari Jumat pekan ini adalah batas akhir bagi INASGOC untuk mengirimkan revisi Masterplan, dan keputusan cabor 37," ujarnya.
"Kami harap Kamis pekan ini sudah bisa ditandatangani oleh Erick Thohir (Ketua Umum KOI), supaya malamnya bisa kami kirim ke Sekretaris Negara, untuk Jumatnya ditandatangani juga Instruksi Presiden (Inpres) karena Inpres akan dilampirkan juga," demikian Gatot.
(mcy/a2s)











































