detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 17 Feb 2016 20:13 WIB

Menpora: Rio Prioritas untuk Dibantu Negara

Muhammad Taufiqqurahman - detikSport
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi mengisyaratkan dirinya tetap ingin negara mendukung langsung secara materil kepada Rio Haryanto. Menurutnya, program Rio tergolong yang prioritas.

Demikian disampaikan Imam seusai dirinya dan ketua komite ad-hoc reformasi PSSI, Agum Gumelar, bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jln. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/2/2016) sore.

"Kami sedang berusaha meyakinkan parlemen agar dana Rp 100 miliar yang pernah kami usulkan bisa disetujui di APBN-P. Demikian pula kekurangan itu, bisa dibantu oleh semuanya, tanpa pretense apapun kecuali Merah Putih," ujar Imam.

Ia menjelaskan kenapa hingga kini dana yang diajukan kementerian yang dipimpinnya --melalui pintu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)-- tak kunjung turun, bahkan belum jelas apakah disetujui oleh pemerintah.

"Sebenarnya ini dari sisi waktu ya, belum masuk pada saat pembahasan APBN-N. Prosedurnya, Kemenpora mengajukan ke Kementerian Keuangan, nanti turun angka pagu indikatif untuk perubahan. Baru diajukan ke Komisi X. Tapi 'kan kita dengar, baik di parlemen maupun masyarakat, tidak semuanya memberikan apresiasi (atas rencana memakai APBN -- Red). Ada yang mengkritik juga, kenapa Kemenpora menganggarkan dana untuk Rio, padahal masih banyak kebutuhan lain.

"Tapi saya kira kita punya prioritas. Selagi ini dalam rangka Merah-Putih dan menggemakan Merah-Putih di seluruh penjuru dunia, saya kira ini tidak jadi soal. Pasti akan ada efek positif yang akan berimbang untuk negeri kita," tutur Imam.

Baca juga: Rio dan Hikayat Lukman dan Keledainya

Selain tetap meminta dukungan pihak swasta (pengusaha) dan masyarakat, Imam juga terdengar yakin bahwa Rio akan bisa menembus Formula 1 bersama tim Manor.

"Semoga. Yang paling menyenangkan adalah, ini bukan semata-mata kebutuhan Rio untuk bisa tampil. Tapi Manor pun melihat bahwa Rio punya potensi besar yang tidak boleh ditinggal, harus dijadikan bagian terpenting dari Manor. Saya kira itu sesuatu yang menyenangkan," ujar Imam, yang pada pekan lalu (11/2) bertemu Managing Director Manor, Abdulla Boulsien, di Jakarta.

(a2s/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed