Pada akhir pekan Chef de Mission (CdM) tim Australia Kitty Chiller menyatakan bahwa para atletnya yang akan tampil di Olimpiade musim panas depan bakal dilarang untuk jalan-jalan ke favela di Rio de Janeiro, bahkan dalam sebuah tur resmi.
Pelarangan tersebut, kata Chiller saat itu, dilakukan sehubungan dengan saran dari para keamanan mengenai situasi di favela kota Rio--yang memiliki reputasi sebagai kawasan rawan kejahatan dan kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah pasti itu kelewat mendramatisir. Dan komite Australia memang sudah menjadi sumber agresi ke Brasil," sebutnya.
Pada April 2014 silam Presiden AOC John Coates, juga anggota komisi koordinasi dari Komite Olimpiade Arsenal (IOC), mengatakan bahwa persiapan Olimpiade Rio adalah yang paling buruk yang pernah ia lihat dan terlambat dari jadwal. Namun, penilaian Coates pada bulan Januari menjadi lebih baik ketika menyatakan bahwa dirinya merasa "amat positif" dengan kemajuan persiapan Olimpiade tersebut.
Sementara Juru bicara AOC Mike Tancred saat ini juga menilai positif persiapan Rio dalam menggelar Olimpiade mendatang, walaupun ia juga menegaskan bahwa favela tetap tidak tidak boleh didatangi para atletnya.
"Kami merupakan sebuah tim berisikan 450 atlet tidak mungkin kami, atau polisi, bisa memantau kunjungan ke favela oleh para atlet kami. (Pakar keamanan kami) Sudah menyarankan bahwa mustahil kami mengizinkan para atlet untuk datang ke favela karena kami tidak bisa mengendalikan kunjungan yang melibatkan sejumlah besar atlet ke tempat-tempat berbeda pada waktu yang berbeda pula," tuturnya.
Tancred menambahkan bahwa para atlet Australia, "Sudah pasti akan berinteraksi dengan para penduduk Rio dan akan bergabung dalam kegembiraan di pantai Copacabana. Tapi favela adalah area yang tidak bisa kami kendalikan dan keamanan para atlet kami adalah prioritas."
(krs/roz)










































