Pengelola GBK Beberkan Persiapan Asian Games di Markas Detikcom

Pengelola GBK Beberkan Persiapan Asian Games di Markas Detikcom

Femi Diah - Sport
Rabu, 24 Feb 2016 19:31 WIB
Pengelola GBK Beberkan Persiapan Asian Games di Markas Detikcom
Reno Hastukrisnapati Widarto/detikSport
Jakarta -

Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) menyambangi markas Detikcom hari ini. Mengenalkan pengurus baru, mereka juga mengungkapkan rencana renovasi menyambut Asian Games 2018 dan keinginan menyambut gelaran MotoGP 2017.

PPK GBK mempunyai pengurus baru berdurasi lima tahun ke depan terhitung sejak 5 Januari 2015. Direktur utama PPK GBK dijabat Winarto yang pernah menjadi Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol.

Winarto yang didampingi oleh Gatot Tetuko dan Bertho Darmo Poedjo Asmanto serta rombongan mendatangi markas Detikcom, Rabu (24/2/2016). Rombongan diterima Wakil Redatur Pelaksana detikSport, Doni Wahyudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami baru dilantik pada 5 Januari. Pagi dilantik, siang sudah meeting dan wah ternyata kami mempunyai pekerjaan besar di depan mata: kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebelum terpilih memegang GBK ini kami sudah tahu dari berita saja, tapi detailnya ternyata banyak," kata Winarto setelah memperkenalkan diri.

"Satu bulan di sana kami didukung 300 karyawan dengan aset yang amat gagah, total 279 hektar dari wilayah STC sampai ke gedung DPR dan gedung Manggala Wana Bakti.

"Kami harus bekerja sesuai dengan acuan Badan Layanan Umum (BLU) sebagai layanan masyarakat untuk olahraga. Kami harus mandiri dan bekerja tanpa dibekali APBN. Sekarang venue-venue itu hidup tapi dengan kualitas yang kurang sip. Kami bertekad untuk memperbaikinya," tutur Winarto.

Langkah awal yang diambil PPK GBK di antaranya mensterilkan kawasan ringroad Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, dari kendaraan bermotor, baik mobil atau sepeda motor. Selain itu pengadaan toilet portable, dan CCTV di 27 titik.

Selain itu, PPK GBK tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), tim ahli cagar budaya, dan Komite Olimpiade Indonesia, serta Komite Olahraga Nasional untuk renovasi venue di GBK.

"Ada 14 venue yang akan direnovasi, detailnya masih terus digodok dengan pihak terkait. Kami optimistis semua selesai tepat waktu tidak hanya bangunan fisik tapi juga fasilitas pendukung yang membuat GBK sebagai stadion yang nyaman dan terkoneksi-nyaman untuk masyarakat dan ada jaringan internet yang lancar," tutur Gatot.

Bagaimana soal kemungkinan GBK menjadi lokasi balapan MotoGP 2017 yang pernah mengemuka? "Sangat mungkin kawasan GBK menjadi sirkuit. Bahkan sudah ada satu atau dua alternatif desain," tutur dia. Tentunya, lanjut dia, dengan perbaikan ini itu yang tidak sedikit dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Setelah obrolan sekitar tiga jam, perbincangan renyah itupun diakhiri. Kami tunggu inovasi untuk GBK yang modern, ya!




(fem/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads