CdM Kecewa, Dana Kontingen Olimpiade 2016 Jauh di Bawah Usulan

CdM Kecewa, Dana Kontingen Olimpiade 2016 Jauh di Bawah Usulan

Mercy Raya - Sport
Selasa, 01 Mar 2016 12:05 WIB
CdM Kecewa, Dana Kontingen Olimpiade 2016 Jauh di Bawah Usulan
Jakarta -

Chef de Mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari, merasa kecewa dengan dana yang disetujui pemerintah, yang jauh di bawah usulan mereka.

Dari usulan Rp 51 miliar, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hanya menyetujui Rp 11,5 miliar.

"Saya memang tidak datang dalam rapat usulan anggaran dengan Kementerian beberapa waktu lalu. Saya diwakili oleh tim CdM. Hanya saja hasilnya sangat mengecewakan. Anggaran Olimpiade yang disetujui hanya Rp 11,5 miliar. Sangat jauh dari yang kami usulkan," ujar Okto kepada detikSport, Selasa (1/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, perhitungan anggaran yang dilakukan timnya sudah melalui proses atau tahapan yang benar.Β Dengan rincian 30 atlet, dana itu sudah dikonsultasikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait seperti bidang pendanaan di KOI, dan ketua umum serta sekjen KOI. Pihaknya juga sudah bersinergi dengan Satlak Prima karena ada anggaran yang masuk pos mereka.

"Maka ituΒ agak kaget juga. Bahkan, mantan CdM Olimpiade London, Erick Thohir mengatakan anggaran itu kekecilan."

Untuk diketahui, anggaran keberangkatan kontingen Olimpiade 2012 di London sebesar Rp 25 miliar.

"Nah, ini di Brasil sudah pasti naik menjadi dua kali lipat. Saya tidak mengerti cara berhitung Kemenpora. β€ŽBahkanΒ KONI, KOI, Satlak Prima, bahkan para cabor yang lain saat acara rapat anggota KOI Senin (29/2) kemarin sepakat bahwa angka itu terlalu kecil.Β Jadi saya pikir bukan pemikiran saya saja. Tapi semua sepaham, bahkan teman-teman Komisi X juga kaget," tambah Okto.

Pria yang juga menjabat ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) itu mengelak apabila latar dirinya sebagai pengusaha menjadi alasan terbesar pemerintah menunjuk dia sebagai ketua kontingen – agar untuk masalah dana ia bisa turun tangan pula.

"Saya pikir agak konyol itu. Tentu saya akan memberikan yang terbaik. Angka itu tidak sampai 50 persen lho. Artinya, kalau diminta kontribusi tentu kami ikhlas, tapi kalau diminta nombokin 'kan konyol," ucapnya.

"Saya pikir kami sudah cukup serius. Sejauh ini juga kami tidak pakai anggaran sama sekali. Bahkan teman-teman yang kontribusi memberikan fasilitas para atlet untuk biaya-biaya tertentu, pakai biaya pribadi. Semua secara swadaya dilakukan untuk para atlet. Tapi ini negara, dalam hal ini Kemenpora seperti tidak serius, dan apa yang sudah kami lakukan seperti tidak dihargai."

Okto pun berharap pemerintah bisa mengupayakan yang terbaik untuk masalah Olimpiade ini. Selain waktu penyelenggaraan yang sudah semakin dekat, Olimpiade menjadi ajang yang paling penting untuk semua negara termasuk Indonesia.

"Olimpiade ini sudah segalanya bagi saya, karena melalui ajang ini juga kita semua bisa menyalurkan apa yang kita sudah rencanakan seperti mental Olimpian, semangat dan lainnya. Tapi cukup prihatin juga, ternyata ada semangat yang berbeda. Tapi saya yakin Menpora Imam Nahrawi sangat concern dengan hal ini.

"β€ŽSaya juga meminta coba jangan terlalu fokus dengan sepakbola, ini ada cabor lain yang perlu mendapat perhatian," tukasnya.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads