"Saya sebenarnya ingin menyudahi polemik ini karena kita tidak perlu lagi membuang banyak energi untuk berdebat. Lebih baik fokus untuk mencapai target yang sudah ditetapkan di Olimpiade 2016," kata Okto, lewat rilis yang diterima detikSport, pada Jumat (4/3/2016).
Raja Sapta Oktohari, sempat mengutarakan kekecewaan terhadap minimnya dana untuk kontingen Olimpiade 2016. Dari usulan Rp 51 miliar, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hanya menyetujui Rp 11,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, menurut Okto, angka tersebut (Rp 11, 5 miliar) itu diperoleh dari hasil rapat koordinasi antara Kemenpora, Satlak Prima, KOI, dan CdM di kantor Satlak Prima, Selasa (23/2) lalu. Dalam rapat tersebut, tercetus angka Rp 35 miliar untuk tiga multievent, Olimpiade, Paralimpik, dan Asian Beach Games.
"Lepas dari itu, saya sudah melakukan konfirmasi dengan Deputi Prestasi Kemenpora, Joko Pekik, dan beliau mengatakan akan mengusahakan supaya anggarannya bisa sesuai dengan kebutuhan para atlet. Kemenpora melalui Pak Joko juga sudah siap membantu mencarikan tambahan anggaran lewat APBN-P," Okto menambahkan.
Mengenai pengajuan anggaran, Okto mengatakan bahwa pihaknya sudah menyusun rencana anggaran untuk keperluan kontingen di Olimpiade 2016.
(mcy/din)











































