Selama ini, di hampir setiap event besar seperti SEA Games atau Asian Games, seringkali extra official (pendukung atlet) yang harusnya tidak berkepentingan, tahu-tahu ada di lapangan.
Selain tidak efektif, keberadaan mereka juga bisa memboroskan biaya. Terlebih anggaran untuk kontingen pun sering pas-pasan.
Β
Sekretaris Jenderal KOI, Doddy Iswandi, menjamin kejadian seperti sebelumnya tidak akan terjadi. Dia mengatakan akan mempertimbangkan dan memilih ofisial tambahan, hanya yang benar-benar yang dibutuhkan kontingen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doddy memang tidak ingin kejadian-kejadian seperti multiajang sebelumnya terulang di Olimpiade tahun ini, yakni kontingen Indonesia diisi dengan rombongan sirkus --sebutan untuk orang-orang yang tidak memiliki kepentingan di multievent. Maka itu, untuk Olimpiade kali ini KOI akan bersikap ketat. Sebab, hal ini juga berkaitan dengan tempat tinggal saat di Brasil nanti.
"Mungkin kalau Paralimpiade bisa menambah orang, karena mereka berkebutuhan khusus, jadi harus ada pendukung sendiri. Tapi ini 'kan Olimpiade, tidak bisa sembarangan orang bisa ikut. Semua tergantung akreditasi dari jumlah atlet yang lolos. Ya, mudah-mudahan yang berangkat nanti bukan rombongan tidak jelas," ujarnya.
Tak hanya soal akreditasi -- jatah yang telah ditetapkan untuk ofisial adalah setengah dari jumlah atlet -- ofisial ekstra juga berpengaruh pada tempat penginapan yang akan digunakan di Brasil.
"Penginapan atlet sudah disiapkan oleh Organizing Committee Olimpiade di Brasil. Yang sekarang kami pikirkan adalah penginapan untuk extra official seperti masseur, dokter, psikolog, dll. Untuk itu kami harus menyewa rumah yang akan kami gunakan untuk berbagai kepentingan," tukasnya.
(mcy/a2s)











































