Hindari Rombongan "Sirkus" yang Ikut ke Rio de Janeiro

Hindari Rombongan "Sirkus" yang Ikut ke Rio de Janeiro

Mercy Raya - Sport
Kamis, 10 Mar 2016 19:32 WIB
Hindari Rombongan Sirkus yang Ikut ke Rio de Janeiro
Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berjanji akan lebih ketat dalam menetapkan kategori ofisial kontingen yang bisa ikut ke Olimpiade 2016 di Brasil. Yang tidak berkepentingan dilarang ikut.

Selama ini, di hampir setiap event besar seperti SEA Games atau Asian Games, seringkali extra official (pendukung atlet) yang harusnya tidak berkepentingan, tahu-tahu ada di lapangan.

Selain tidak efektif, keberadaan mereka juga bisa memboroskan biaya. Terlebih anggaran untuk kontingen pun sering pas-pasan.
Β 
Sekretaris Jenderal KOI, Doddy Iswandi, menjamin kejadian seperti sebelumnya tidak akan terjadi. Dia mengatakan akan mempertimbangkan dan memilih ofisial tambahan, hanya yang benar-benar yang dibutuhkan kontingen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap multievent tiba kami (KOI) pasti selalu berdebat dengan cabang olahraga, karena mereka punya manajer, masseur, psikolog, dan dokter sendiri. Maka itu, kami harus memilih dan mempertimbangkannya. Yang jelas selama itu penting untuk kontingen kami akan memperjuangkannya," kata Doddy, di sela-sela peluncuran kampanye Olimpiade, di kantor KOI, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Doddy memang tidak ingin kejadian-kejadian seperti multiajang sebelumnya terulang di Olimpiade tahun ini, yakni kontingen Indonesia diisi dengan rombongan sirkus --sebutan untuk orang-orang yang tidak memiliki kepentingan di multievent. Maka itu, untuk Olimpiade kali ini KOI akan bersikap ketat. Sebab, hal ini juga berkaitan dengan tempat tinggal saat di Brasil nanti.

"Mungkin kalau Paralimpiade bisa menambah orang, karena mereka berkebutuhan khusus, jadi harus ada pendukung sendiri. Tapi ini 'kan Olimpiade, tidak bisa sembarangan orang bisa ikut. Semua tergantung akreditasi dari jumlah atlet yang lolos. Ya, mudah-mudahan yang berangkat nanti bukan rombongan tidak jelas," ujarnya.

Tak hanya soal akreditasi -- jatah yang telah ditetapkan untuk ofisial adalah setengah dari jumlah atlet -- ofisial ekstra juga berpengaruh pada tempat penginapan yang akan digunakan di Brasil.

"Penginapan atlet sudah disiapkan oleh Organizing Committee Olimpiade di Brasil. Yang sekarang kami pikirkan adalah penginapan untuk extra official seperti masseur, dokter, psikolog, dll. Untuk itu kami harus menyewa rumah yang akan kami gunakan untuk berbagai kepentingan," tukasnya.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads