Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran Akhirnya Segera Dibangun

Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran Akhirnya Segera Dibangun

Mercy Raya - Sport
Kamis, 17 Mar 2016 17:04 WIB
Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran Akhirnya Segera Dibangun
Jakarta - Setelah sekian lama ditunggu kelanjutannya, akhirnya pembangunan wisma atlet di kawasan Kemayoran, Jakarta, untuk keperluan Asian Games 2018, akan segera dimulai.

Hal itu ditandai dengan penandatangan kontrak pembangunan wisma atlet antara PPK Rumah Susun Tingkat Tinggi II, Ditjen Penyediaan Perumahan dengan para kontraktor pelaksana di Jakarta, Kamis (17/3/2016). Kontrak tersebut bernilai Rp 3,5 triliun.

Hadir pula dalam acara penandatangan tersebut antara lain Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, dan perwakilan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta direktur utama Pengelola Kemayoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Gatot, wisma atlet akan dibangun dengan menggunakan anggaran dari Ditjen Penyediaan Perumahan. Nantinya, wisma yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektar ini akan terdiri dari 10 tower dengan 7.424 unit hunian. Masing-masing hunian menggunakanΒ tipe Β 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur.

"Rinciannya kawasan Blok C-2 Blok C-2 akan dibangun 3 tower dengan total 1.930 unit dan untuk Blok D-10 akan dibangun 7 tower dengan jumlah total 5.494 unit," papar Gatot.

"Diperkirakan dalam satu unit akan dihuni oleh 3 orang, sehingga total keseluruhan wisma atlet ini akan menampung Β 22.272 orang penghun," lanjutnya, seraya menjelaskanΒ bahwa pembangunan diperkirakan selesai 17 bulan, atau pada bulan September 2017.

Sebelumnya, karena tak kunjung jelas pembangunannya, persoalan wisma atlet ini sempat mendapat perhatian khusus dari presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA0, Sheikh Ahmad Al Fahad. Ia memberi teguran secara tertulis yang dikirimkan pada Oktober dan November 2015 kepada pemerintah Indonesia, terkaitΒ belum adanya langkah nyata menuju pembangunan infrastruktur untuk Asian Games 2018.

Hingga akhirnya pada 5 Januari lalu, dalam rapat di Sekretariat Negara yang dipimpin oleh Mensesneg Pratikno, diputuskan seluruh keperluan anggaran dan pelaksanaan pembangunan wisma atlet dan renovasi GBK Senayan diserahkan sepenuhnya kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Dengan adanya penandatanganan kontrak ini kami sudah bisa memberikan progress dari persiapan pembangunan fisik yang Indonesia lakukan pada saat pertemuan dengan OCA pada 10 -11 Mei mendatang. Termasuk adanya kemajuan persiapan Indonesia yang dapat dipaparkan," pungkas Gatot. Β 

Setelah Asian Games 2018, bangunan wisma atlet Kemayoran akan dimanfaatkan sebagai hunian bagi penduduk Jakarta yang sesuai kriteria, yaitu untuk masyarakat menengah ke bawah dan juga relokasi pemukiman kumuh yang ada di sekitar Jakarta.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads