Untuk diketahui, sehari-hari Maria yang sudah mendapatkan tiket Olimpiade ini harus berpindah-pindah tempat untuk latihan. Maria juga kesulitan mencari tempat latihan khususnya trek sintetis. Padahal trek itu penting untuk membiasakan Maria dengan venue yang akan digunakan di Rio de Janeiro. Selama ini Maria hanya latihan di lapangan berpasir, di pantai Bali.
Kemarin, Chief de Mission untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari, mengatakan pembangunan trek sintetis di Mengwi, Bali, sudah mulai diproses. Bahkan biaya yang akan dikeluarkan disebut-sebut mencapai Rp 1 miliar. Hal itupun dibenarkan oleh Ketut Pageh, meski diakuinya penetapan Mengwi sejatinya harus melewati proses rumit lebih dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daripada nanti lapangan yang dibuat tidak sesuai dengan gambar. Maka dari itu dialokasikan ke Mengwi. Kebetulan di sana, kalau membuat lapangan secara keseluruhan tidak perlu bongkar lagi karena sudah sesuai dengan gambar," imbuhnya.
Ditambahkan Pageh, di Mengwi sendiri sudah siap tiga trek dengan panjang 60 meter. Pihaknya juga mengaku sudah menghadap ke Bupati Badung untuk meminta izin. "Respon mereka baik hanya dengan catatan Pemeritah Daerah Badung hanya menyiapkan tempat dan izin. Selanjutnya soal mekanisme anggaran dan kebutuhan lainnya diserahkan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga," ungkapnya.
Kebetulan Pageh sudah dihubungi Kepala Sub Bidang Kemenpora Bagian Sarana dan Prasarana. Tujuannya untuk membuat surat pemindahan lokasi lapangan dari Ngurah Rai ke Mengwi untuk dilaporkan ke Kemenpora agar proses pembangunan bisa dilakukan.
Berkaitan dengan kapan Londa akan mulai latihan di mengwi, Pageh mengatakan hal itu tidak mempengaruhi program latihan. Pasalnya, Maria program latihan Maria memang nomaden.
"Begini kalau Londanya tidak pindah kemana-mana karena (memang) Marianya nomaden. Kadang di Mengwi, kadang di pantai kadang di ngurahrai. kadang di laut juga," sebutnya.
Kendati sudah ada proses yang dilakukan soal trek, Pageh tetap mengharapkan agar pemerintah lebih memperhatikan atlet-atletnya di Bali, baik secara sarana prasarana maupun soal kesejahteraan.
"Sekarang (bantuannya) belum maksimal. Tapi kami menyadari pemerintah tidak hanya memperhatikan Londa saja, tapi yang lain juga. Londa dari dulu memang tidak diperhatikan, tapi sekarang sudah ada buahnya. Tolong diperhatikan lah," pungkasnya.
(mcy/din)











































