Kemenpora akan mengutus Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S. Dewa Broto, untuk mencoba menuntaskan konflik-konflik tersebut. Gatot, yang sebelumnya menjabat Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, mendapat amanah baru memegang jabatan sebagai Deputi IV, menggantikan Djoko Pekik Irianto.
Beberapa organisasi olahraga yang tengah mengalami konflik dualisme adalah tenis meja, berkuda, dan taekwondo. Selain itu, Gatot juga akan menyerap keluhan cabor soal sarana prasana olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, yang kedua, kami akan datangi pihak-pihak terkait yang berkonflik dualismes, misalnya Pengurus Besar Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI). Akan kami datangi kubu Marzuki Ali, kemudian Oegroseno, KOI, dan KONI. Kapan kami akan datangiΒ pekan depan kami mulai. Sehingga kami tidak ingin event internasional, mulai dari PON, terganggu karena dualisme," tambahnya.
Diharapkan Gatot, dengan cara ini prestasi olahraga Indonesia bisa meningkat. "Kami cukup lelah. Bagaimana olahraga Indonesia bisa berprestasi kalau ujung-ujungnya selalu konflik.Β Maka itu, mami ingin dengarkan dari masing-masing, kami juga akan menelaah dari aspek hukum," ucapnya.
Gatot menyatakan secepatnya konflik cabor bisa terselesaikan. Sebab, bagaimana Indonesia bisa berprestasi jika setiap tahun konflik cabor selalu ada.
"Polanya kan selalu sama, mereka punya kepentingan dan beda prinsip satu sama lain, masing-masing kirim atlet. Maka itu, pekan depan kami akan roadswow ke cabor termasuk ke KONI dan KOI," pungkasnya. (mcy/din)











































