Jaga Asa ke Olimpiade, BMX Terus Kejar Poin

Jaga Asa ke Olimpiade, BMX Terus Kejar Poin

Mercy Raya - Sport
Rabu, 06 Apr 2016 18:14 WIB
Jaga Asa ke Olimpiade, BMX Terus Kejar Poin
detikSport/Putri Akmal
Jakarta - Sektor putra dan putri cabang BMX masih belum memenuhi syarat lolos ke Olimpiade. Namun begitu PB ISSI tetap menjaga asa untuk berangkat ke Brasil, dengan menyertakan atletnya ke tiga kejuaraan.

Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari mengatakan masih optimistis kedua pebalapnya bisa lolos ke Olimpiade. Pihaknya sudah menyiapkan tiga multievent yang dinilai bisa mendongkrak poin kedua atletnya, Toni Syarifudin dan Elga Kharisma Novanda, yakni Thailand Cup, World Championship di Kolombia, dan Asian BMX Championship di China.

"Saya akan kumpulkan yang terlibat, Kabidbinpres BMX, kemudian yang lain juga karena kita harus jeli. Toni Syarifudin ini kan sudah masuk ranking 19, jadi bakal ada perlombaan yang di Thailand dan Kolombia. Jadi kita lihat apakah tetap diturunkan, atau bangun komunikasi dengan federasi internasional. Tetapi balik lagi tergantung rapat pekan depan. Intinya jangan sampai salah melangkah, nanti kita juga yang rugi," kata Oktohari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gambaran, untuk lolos ke Brasil setidaknya Indonesia wajib berada di peringkat ke-13 dunia. Sementara sektor putra Indonesia saat ini baru masuk peringkat 19, dari sebelumnya 22 dunia. Sedangkan sektor putri masuk di urutan 21, dari sebelumnya ranking 24 dunia.

Posisi ini masih bergerak karena data ini masih perhitungan Maret 2016. Sedangkan Elga baru saja juara di nomor women elit di round 2 Banyuwangi International BMX Competition 2016 di Sirkuit Muncar, akhir pekan lalu.

"Intinya sekarang adalah bagaimana memaintenance posisinya Tony dan meningkatkan posisinya Elga. Kalau Tony langkahnya harus lebih startegis lagi. Kalau ELga tentu kita akan lebih agresif lagi, tinggal dua peringkat otomatis sudah pasti masuk dan memantapkan jalan mereka menuju ke Olimpiade."

BMX sendiri sejatinya sudah dicoret dari program Satlak Prima karena dianggap sudah gagal lolos kualifikasi Olimpiade, bersama kano juga equestrian. Sisanya seperti renang, taekwondo, judo, bulutangkis, rowing, dan voli pantai masih mengejar tiket lolos. Tiga cabang yang sudah menyimpan tiket adalah atletik, panahan, dan angkat besi.

Namun akan menjadi penawaran yang bagus terhadap Satlak Prima jika Tony dan Elga mampu meningkatkan peringkatnya hingga akhir Mei mendatang.

"Tony memang tidak masuk Satlak, dan memang mereka itu punya program-program prioritas, punya keterbatasan waktu dan dana. Nah, ini selagi kita bisa mandiri ya mandiri. Nanti kalau kelihatan lagi hasilnya bisa dilaporkan ke Bapak Achmad Soetjipto (Kasatlak Prima),"

"Selain itu, Kemenpora juga sempat bilang jika semua atlet yang bisa mengibarkan bendera merah putih harus diberikan dukungan negara. Kita berpergangan pada itu saja. Saya lihat Menpora ini orang yang cukup komitmenlah," pungkasnya.

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads