Rapat ini merupakan kali ketiga setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Pada rapat Kordinasi Komite Asian Games 2018 bersama OCA kedua pada 30-31 Januari 2016 lalu, disepakati bahwa cabor yang dipertandingkan hanya 37. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sudah mengajukan dua tambahan cabor, yakni jetski dan paralayang. Namun, OCA tetap pada koridor 28 cabor olimpiade, 8 cabang non-olimpiade, dan satu cabang usulan (total 37).
Pada general assembly tanggal 14 Juni 2015 di Turkmenistan juga telah ditetapkan 37 cabor, dengan rincian 28 cabor olimpiade, 8 non-olimpiade (termasuk usulan OCA yaitu kriket dan boling), plus satu usulan KONI yaitu bridge. Tapi hasil itu kemudian diubah. Walhasil tuan rumah Indonesia masih harus memilih kembali dari lima cabor yang diusulkan, yaitu bridge, jetski, paralayang, panjat tebing, dan sepatu roda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Korkom ketiga nanti, tambahnya, juga akan dilakukan pertemuan final dengan cabang-cabang olahraga yang menjadi usulan.
"Yang jelas, Korkom nanti Insya Allah kami (percaya diri) karena kami sudah melakukan beberapa hal kemajuan seperti perubahan masterplan dari yang kemarin di revisi, sampai di mana rencana pembangunan wisma atlet, minimal Kementerian PU dan PERA dengan konraktor sudah kontraktor, lalu dengan GBK, bahwa hari kemarin sudah intens bertemu dengan pihak cabor. Begitu soal revisi INASGOC mudah-mudahan sudah ditandatangani sebelum korkom," sebutnya.
(mcy/krs)











































