Demikian disampaikan Vice President Olympic Council of Asia (OCA), Wei Jizhong, di sela-sela kunjungannya ke Kemayoran, Selasa (12/4). Jizhong aditemani Senior Adviser Asian Games Rita Subowo, dan Ketua Satuan Tugas Infrastruktur, Imam Santoso Ernawi. Di Kemayoran, Jizhong disuguhkan maket wisma atlet, selain juga melihat persiapan pembangunan.
Sebagai gambaran, wisma atlet kemayoran akan dibagi menjadi dua blok, Blok C2 dan Blok D10. Wisma yang terletak di blok C2 akan terdiri dari tiga tower, yang mana masing-masing menggunakan type 36 dengan luas bangunan area 40 ribu untuk tower C2-1 dan C2-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di blok berbeda, yaitu blok D10 akan terdiri dari tujuh tower, juga bertype 36. Masing-masing tower memiliki luas bangunan yang berbeda dimulai dari 40.3 sampai 53.2 meter persegi. Khusus D10-1, 3, dan 6 akan terdiri dari 24 lantai yang berisi 650 unit. Sedangkan D10-2, 4, 5, dan 7 akan terdiri dari 32 lantai yang berisi 886 unit. Terkait detil huniannya tidak berbeda dengan tower blok C2.
Melihat Kemayoran yang sudah memulai pembangunan fisik, Jizhong mengatakan yang terbaik saat ini adalah pekerjaannya yang sudah dimulai. "Ini rasanya lebih baik dibandingkan saat mereka (hanya) memberikan proposal," ucap Jizhong, usai kunjungannya di Kemayoran.
Bahkan persentasi PPK Kemayoran ditanggapi dengan bagus. "Terutama untuk kamar atletnya lebih bagus dibandingkan Asian Games sebelumnya (Korea dll)," ucap Jizhong. Ia mengatakan, perunitnya bisa diisi empat orang, meski Satgas Infrastruktur mengatakan satu unitnya diperuntukan tiga orang saja.
Sementara itu, Ketua Satgas Infrastruktur Imam Santoso Ernawi mengatakan untuk unit di wisma atlet tidak ada masalah. Hal yang menjadi pekerjaan rumah justru terkait fasilitas di luar tower, kendati Imam percaya diri dengan kekuatan Bandung Bondowoso.
"Mr. Wei positif. Paling yang perlu ya kawasannya, seperti fasilitas di luar tower, seperti bagaimana menyiapkan shuttle bus, international zone, dan hal lainnya. Tapi, ya ini masih dalam proses penataan."
"Seperti kantung parkir, nanti tetap akan ada pengaturan lalu lintasnya seperti apa. Nanti ada shuttle bus dari luar ke dalam. Disediakan pula sepeda dan ramah lingkungan," kata Imam
"Saya yakin semua akan sesuai dengan deadline. Mereka (OCA) belum tahu kemampuan Bandung Bondowoso," tambahnya seraya tersenyum.
(mcy/din)











































