Ketua Panitia OJAO II, Freddy Gondowibowo, mengatakan ajang ini tidak hanya untuk memberikan kesempatan bagi pegolf-pegolf amatir Indonesia dalam mengasah kemampuan, tetapi sebagai salah satu kesempatan mempersiapkan diri menuju PON. Ajang ini disebutnya bisa menjadi contoh yang bagus untuk daerah lain agar bisa menyelenggarakan turnamen serupa.
Turnamen golf amatir ini digelar atas gagasan Freddy Gondowibowo (Ketua Panitia OJAO II dan mantan Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia) yang merasa prihatin atas minimnya prestasi para pegolf Indonesia. Di samping ia juga ingin mendukung memasyarakatkan dan memajukan prestasi olahraga golf Indonesia. Saat ini sudah ada sekitar seratusan atlet putra putri yang telah terdaftar dalam ajang ini dari 19 provinsi. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem pertandingannya akan menggunakan tiga putaran selama tiga hari, yang masing-masing putaran terdiri atas 18 hole dengan sistem stroke play (gross/scratch). Di hari kedua, sistem cut off akan ditentukan lebih lanjut oleh technical director untuk menentukan yang berhak tampil di putaran terakhir.
Ketua Pengprov Jabar, Sirodzudin, menyatakan dukungannya pada ajang ini. Terlebih pelaksanaannya dilakukan pada waktu yang tepat yaitu Mei. Sebab, bisa menjadi ajang atlet untuk mengasah kemampuan atlet sebelum PON nanti.
"Bagi para peserta PON, OJAO bisa dianggap sebagai media untuk memantau kemampuan para atlet mereka jelang PON. Ini pun berlaku bagi kami yang telah memasang target tiga emas di ajang itu," kata Sirodzudin.
Lebih dari itu, Sirodzudin berharap pengprov-pengprov dan klub-klub di daerah termotivasi untuk menggelar turnamen kompetitif yang sama dalam rangka pembinaan. "Hal ini nantinya akan menelurkan atlet-atlet yang berprestasi, sehingga lumbung atlet tidak hanya berpusat di Jawa, tapi juga bisa menyebar ke seluruh daerah," tambahnya. (mcy/din)











































