Nasib pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang mulai menemui titik terang. Kemenpora mengatakan audit teknis telah dilakukan dan kini tinggal melengkapi dengan perhitungan anggaran.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada bulan lalu Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Hambalang, Bogor bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Dari hasil tinjauan yang dilakukan, Jokowi belum bisa memutuskan apakah bangunan P3SON itu akan dilanjutkan, diubah, atau dibiarkan begitu saja.
Untuk mengambil keputusan, Presiden pun memberikan amanah kepada masing-masing kementerian terkait. Kementerian PUPR mengaudit tingkat kelabilan tanah, sementara Kemenpora ditugaskan untuk melihat sejauh mana kerugiannya jika melanjutkan atau tidak melanjutkan pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan laporan yang kami peroleh secara tentantif itu dimungkinkan untuk direkomendasikan kepada presiden untuk tetap dilanjutkan," kata Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Jumat (22/4/2016).
Di lain sisi, kata Gatot, Kemenpora diperintahkan untuk menghitung ulang perkiraan kebutuhan untuk Hambalang. Sebab, pembangunan Hambalang kemarin sifatnya masih utang kepada pihak Kerja Sama Operasi(KSO) proyek pembangunan saran dan prasarana Hambalang.
"Kemarin yang dilaporkan PUPR baru aspek teknis, belum bicara anggaran. Karena ini berkaitan juga dengan mekanisme pembayaran hutang pemerintah kepada pihak KSO," ujar Gatot.
"Hanya saja berdasarkan audit teknis ada dua versi. Versi pertama menurut KSO itu selesai 53 persen, tapi menurut ada konsultan independen pembangunan baru selesai 42 persen. Itu kan selisihnya cukup signifikan jadi harus diselesaikan secara cepat,β Gatot menjelaskan.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Komunikasi Publik Kemenpora ini menyebut mungkin akan dibentuk tim lain yang secara independen bisa mengetahui berapa persen penyelesainnya sekaligus di Hambalang kan banyak pembangunan yang mangkrak.
βPoinnya adalah nanti semuanya itu baik yang sifatnya teknis maupun non teknis akan dilaporkan kepada bapak presiden dan beliau yang akan memutuskan seperti apa,β pungkas dia.
(mcy/raw)











































