Sebelumnya, ada dua nama calon yang disebut-sebut maju dalam pemilihan ketua umum PB Pertina. Selain Jhony Asadoma, juga ada Harry Tanoesoedibjo.
Namun pada prosesnya, di Munas yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Minggu (25/4), Harry tidak kunjung datang di dalam Munas tersebut. Alhasil, sidang pemilihan sempat diskors selama 10 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari kami membesarkan Pertina secara bersama-sama dan membawa prestasi dunia untuk Pertina. Masih banyak yang belum dimaksimalkan Pertina. Selanjutnya, kami akan lanjutkan program-program yang belum terlaksana," ujar Jhony usai pemilihan.
Saat Munas berlangsung sempat terjadi kericuhan, karena para vooter tidak terima Munas dilanjutkan ketika calon lainnya, Harry Tanoe belum datang. Jhonny menilai hal tersebut merupakan hal biasa di dalam proses demokrasi.
"Adanya perbedaan itu dinamika. Tapi dengan hanya ada satu calon, dan terpilihnya secara aklamasi, jadi sejarah bagi Pertina," kata dia.
(ads/mrp)










































