Indonesia Loloskan 2 Atlet Rowing ke Olimpiade

Indonesia Loloskan 2 Atlet Rowing ke Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Minggu, 24 Apr 2016 23:55 WIB
Indonesia Loloskan 2 Atlet Rowing ke Olimpiade
PB PODSI
Jakarta - Rowing berhasil mengantongi dua tiket Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Itu setelah Memo yang turun di nomor single sculls putra (M1X) dan Dewi Yuliawati di kelompok putri (W1X) mencapai final Kejuaraan Dayung Asia-Oceania hari ini.

Dalam perlombaan yang dihelat di Danau Langeum, Chung-Ju, Korea Selatan, Minggu (24/4/2016), Memo dan Dewi sama-sama menempati posisi ketiga dalam ajang yang sekaligus digunakan untuk kualifikasi Olimpiade Rio de Jeneiro tersebut.

Memo yang bersaing dalam kelompok semifinal single sculls (M1X) putra mencatatkan waktu 7 menit dan 24,43 detik. Korea Selatan dengan catatan waktu 7 menit 18,74 detik dan Thailand (7 menit dan 20,66 detik) berturut-turut finis pertama dan kedua dalam semifinal itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada persaingan kelompok putri (W1X), Dewi finis ketiga dengan catatan waktu 8 menit dan 3,84 detik. Urutan pertama dan kedua masing-masing diduduki Korea (7 menit dan 57,64 detik) dan Vietnam (8 menit dan 0,53 detik).

Dengan laju itu, Memo tercatat sebagai atlet rowing putra pertama yang lolos kualifikasi Olimpiade. Sementara, Dewi menjadi yang kedua dari sektor putri setelah Pere Karoba dari Papua lolos Olimpiade Athena 2004.

"Terus terang, perahu saya sempat kurang laju karena pengaruh angin kencang datang dari depan. Tetapi, saya senang kerja keras selama ini telah membuahkan hasil dengan meraih tiket ke Olimpiade Rio de Jeneiro 2016," kata Memo.

Pada babak final yang dihelat Senin (25/4/2016), Memo akan bersaing dengan atlet Irak, Thailand, Kazakhstan, Korea, dan India. "Saya akan berusaha tampil lepas dan sekuat tenaga untuk mempersembahkan medali pada Merah Putih," kata Memo.

Senada, Dewi juga tak kalah bahagia dengan hasil positif tersebut. Apalagi kesehatannya sempat terganggu selama perlombaan. "Ya, saya juga senang bisa lolos ke Olimpiade 2016. Hasil ini sudah maksimal apalagi saya sempat mengalami gangguan tenggorokan karena pengaruh cuaca," kata Dewi.

Di partai puncak, Dewi akan bersaing dengan atlet Kazakhstan, Vietnam, Taipei, Korea Selatan, dan Iran. "Saya ingin minimal mengulang sejarah sukses tahun lalu ketika saya meraih perak pada Kejuaraan Dayung Asia di Beijing, China 2015," kata Dewi yang masih dalam tahap pemulihan cidera tahun lalu.

PB PODSI masih berpeluang untuk menambah atlet ke Olimpiade. Yakni, dari kelas LM2X atas nama Tanzil dan Ihram asalkan kedua pedayung itu bisa menembus posisi ketiga dalam pertandingan final pada 25 April.



(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads