detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 25 Apr 2016 12:05 WIB

Laporan dari Taiwan

Kiat Miller Khan Lewati Tantangan Lari 14K

Lucas Aditya - detikSport
Zhongshan -

Ajang 2016 Puma Night Run Taipei menjadi race lari pertama buat artis Indonesia asal Malaysia, Miller Khan. Dia mempunyai trik-trik untuk menaklukkan tantangan lari 14K.

Saat berlomba di Puma Night Run Taipei di akhir pekan ini, Miller bisa mendapatkan hasil yang cukup oke. Dia mampu menyelesaikan race yang berlokasi di taman Dajia, Zhongshan, Taiwan, tepat seperti cut of time yang ditentukan oleh panitia dengan durasi 100 menit.

Miller sendiri merupakan figur figur yang dikontrak Puma Indonesia. Dia mendapatkan kesempatan mencicipi 2016 Puma Night Run Taipei bersama tiga orang dari Indonesia lainnya termasuk detikSport.

"Untuk lari (jarak jauh) yang jelas istirahatnya harus cukup, kalau aku kemarin minum kopi sebelum lari agar heart rate-nya naik. Selain itu harus mengkonsumsi minuman isotonik dan juga pemanasan yang benar. Dengan begitu bakal bisa berlari dengan konstan dan tenggorokan tak terasa kering di saat lari," ujar Miller saat berbincang dengan detikSport setelah melahap lintasan lari di sisi kiri dan kanan sungai Keelung, kawasan distrik Zhongshan, Taiwan.

Miller juga mengaku sudah sering melatih otot core miliknya hingga bisa berlari dengan konstan. Dia mempuyai beberapa olahraga yang digemari untuk memperkuat otot perut, obliques, punggung bawa, dan pinggul.

Calisthenics yang menjadi favoritnya sudah jadi rahasia utama. Calisthenics adalah olahraga memanfaatkan berat tubuh sendiri. Salah satu pose calisthenics yang paling populer adalah human flag yang bisa melatih seluruh otot tubuh dari bisep, trisep, abs, hingga otot kaki.

Dengan posisi ini, dua tangan menggengam pada sebuah bidang vertikal, membentuk pose seperti bendera yang tengah dikibarkan.

Bersama tiga orang rekannya, Miller rutin berlatih calisthenics di kawasan kompleks Stadion Gelora Bung Karno atau Serpong, Tangerang Selatan.

"Aku memang sering olahraga, street workout, calisthenics, weight lifting, lari juga sering. Ini merupakan lomba yang pertama, kalau di Jakarta malah tidak pernah. Lari bareng yang ikut lomba, sering. Tapi gak ikut daftar. Ini official, di luar negeri dan lumayan berhasil," ujar Miller.

"Aku biasa memperkuat core utama juga fleksibilitas. Tak cuma body builder yang bisa membuat otot kaku. Balance dan endurance juga menjadi titik beratnya," imbuhnya.

Selain persiapan yang matang, dukungan sepatu yang nyaman juga disebut Miller menjadi faktor penunjang dirinya bisa menyelesaikan race dengan catatan waktu sesuai dengan CoT, hingga menempati peringkat 826 dari total 3.606 pelari yang turut start.

Miller mengenakan Puma Ignite Ultimate, yang memang didesain untuk lari endurance. Kenyamanan midsole menjadi sepatu ini disebut Miller menjadi kuncinya.

"Ignite yang baru lebih nyaman, menapak juga menjadi enak, terlebih lagi jari kaki tak terasa terjepit saat sudah lama berlari. Setiap langkahnya tak terasa tekanan. Foam-nya juga tebal jadi tidak panas. Desain sepatunya juga stylish," ungkap pria Malaysia kelahiran 1987 itu.

(cas/a2s)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com