Sudah satu bulan petinju Indonesia Daud Yordan menjalani latihan intensif di Bali. Pelatihnya, Craig Christian, membuat program agar dirinya kembali "muda".
Daud sedang dalam persiapan menjelang pertarungannya menghadapi petinju Argentina, Cristian Rafael Coria, di Montevideo, Uruguay, pada 4 Juni mendatang. Mereka akan memperebutkan sabuk juara kelas ringan internasional versi WBA.
Dari keterangan pihak promotor, Daud menjalani beragam program yang tidak biasa. Jika normalnya pagi dan sore, belakangan jadwalnya menjadi siang pukul 2 dan malam jam 11. Hal ini dilakukan supaya Daud bisa beradaptasi dengan perbedaan waktu dengan di Uruguay nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siang ini tidak latihan dulu, nanti malam pukul 10.00 WITA saya baru latihan kembali," kata Daud, yang tengah bersantai di balkon Harrys Gymnasium, Kuta, Bali, yang merupakan sasana milik Craig Christian.
Bisa libur sehari boleh jadi "surga" bagi Daud. Ya, menurut Daud, tempaan demi tempaan yang diberikan Craig semakin hari semakin tinggi. Selama sebulan penuh, ia harus mengikuti program berat yang diberikan mantan pelatih Chris John tersebut. Dimulai dari berjemur pagi hari, melakukan latihan fisik seperti lari sprint 200-400 meter, hingga perbaikan pukulan pada malamnya.
"Dia (Craig) ingin saya bermain seperti dulu, seperti awal karier saya yang lincah bergerak, punya kombinasi pukulan komplit. Dia ingin saya kembali seperti dulu. Makanya yang dibenahi Craig saat ini bagian pergerakannya," Daud menjelaskan.
Diungkapkan petinju berusia 28 tahun itu, tidaklah mudah buat dirinya mengikuti keinginan sang pelatih. Sebab, usia yang bertambah menjadi sebuah faktor tersendiri untuk sebuah perubahan.
"Petinju manapun pasti menghadapi hal yang sama seperti saya. Mungkin karena ada kalanya masa jenuh, berat badan jadi naik. Kalau dulu hasrat muda, sedang menggebu. Kalau sekarang lebih beda," cetusnya.
Daud bercerita, suatu waktu Christian marah karena dirinya tidak menuruti kemauan pelatih asal Australia itu. Daud sampai disuruh berhenti latihan dan diminta pulang.
"Itu sekali-kalinya. Saat sparing partner saya tidak ingin mengikuti apa yang disarankan. Akhirnya dia marah dan suruh stop latihan. Saya sih senang-senang saja langsung pulang. Kalau dulu, salah sedikit langsung merasa berdosa banget. Kalau sekarang saya lebih cuek karena memang program latihan Craig itu berat banget," tuturnya sambil tersenyum.
Meski demikian, sebagai seorang profesional, Daud tetap berkomitmen mengikuti setiap arahan pelatihnya. Dia juga mengaku sudah terbiasa dan nyaman dengan konsep latihan yang dibuat. Christian.
"Dia kalau apa-apa memang habis-habisan. Dia pelatih yang sangat detil terhadap hal-hal kecil," tukasnya. "Saya percaya, jika program yang diberikan Craig berjalan sesuai rencana, hasilnya akan lebih baik."
Β
Soal latih tanding, Daud mengatakan akan ber-sparring dengan petinju lain asal Australia, Corey McConnel. Petinju ini dipilih karena punya kesamaan gaya bertinju dengan Coria.
"Mereka cepat dan punya pukulan komplit seperti Coria. Lawan saya nanti ini lebih agresif dari lawan saya sebelumnya, Yoshitaka Kato," sebut dia.
(mcy/a2s)











































