Sudah satu bulan penuh Daud menjalani latihan di di Harry's Gymnasium Kuta, Bali, bersama pelatihnya, Craig Christian. Ini dilakukannya untuk mengejar ambisinya menjadi juara dunia kelas ringan (61,2 kg).
Namun sebelum itu ia harus melewati dulu pertarungan melawan petinju Argentina, Cristian Rafael Coria, untuk memperebutkan sabuk juara kelas ringan internasional WBA di Montevideo, Uruguay, pada 4 Juni mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir pekan, Daud pun menghabiskan waktunya untuk bersantai dan mencari hiburan.
"Saya biasanya habiskan waktu libur dengan pergi ke bioskop. Sendiri saja," kata Daud saat ditemui sejumlah media termasuk detiksport, Senin (24/4/2016) sore.
Tidak ada spesifik jenis film yang dia sukai. Menurutnya, semua film yang saat itu ditayangkan di bioskop bisa ia lahap dalam satu hari.
Β "Ya, kalau film pertama sudah habis, lanjut lagi nonton film lainnya. Begitu saja setiap akhir pekan karena buat hiburan juga," ucapnya sambil tersenyum.
Jika tidak menonton di bioskop, Daud mengaku lebih memilih beristirahat di kamar sembari mendengarkan musik dari radio. Ia pun rajin bercengkrama dengan anaknya yang berusia 3 tahun 3 bulan dan istri yang berada di Kalimantan Utara, lewat aplikasi video call dari telepon seluler.
"Wah, kalau telepon anak istri itu wajib, dua kali sehari. Biasanya selesai latihan atau pagi saat mereka sudah bangun. Biasanya anak saya telepon minta dibelikan mainan, kadang juga bertanya, 'Kapan Papi (panggilan Miguel kepada Daud) pulang?' Cuma ya itu, kadang-kadang dia panggil saya dengan sebutan Om. Karena dia punya sepupu seumuran dia, mungkin ikut-ikutan," katanya tertawa.
Β
"Itu juga yang bikin saya kangen dengan keluarga. Ya iyalah, satu bulan tidak bertemu. Makanya teleponan sebenarnya itu cara obati kangen juga," katanya.
(mcy/a2s)











































