Lawan Petinju Argentina, Daud Ubah Gaya Bertinju

Lawan Petinju Argentina, Daud Ubah Gaya Bertinju

Mercy Raya - Sport
Selasa, 26 Apr 2016 22:00 WIB
Lawan Petinju Argentina, Daud Ubah Gaya Bertinju
Kuta, Bali - Dalam waktu sebulan lagi petinju Indonesia Daud "Cino" Yordan akan naik ring di Motevideo, Uruguay. Mendapat lawan yang lebih agresif, Daud pun mengubah gaya bertinjunya.

Sudah satu bulan Daud melakoni latihan di Bali bersama pelatihnya, Craig Cristian. Di sasana milik Craig yang berlokasi di Kuta, Bali, Daud mendapatkan pelajaran yang berbeda dari biasanya.

Petinju berusia 28 tahun itu menjelaskan bahwa lawan yang akan dihadapinya, Christian Rafael Coria, merupakan petinju yang sangat agresif. Untuk itu, Daud yang pernah menjadi juara dunia IBO kelas bulu ini akan berusaha menekan lewat pukulan-pukulan jab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk bisa menghadapi lawan seperti Coria memang perlu menggunakan pukulan lurus karena itu lebih cepat dan efektif, ketimbang main kombinasi atau uppercut. Tinggal bagaimana kita pukulnya pakai timing supaya sasarannya tepat," kata Daud.

Kendati sedikit mengubah gaya bertinjunya, Daud mengatakan apa yang diberikan Craig selama di Bali merupakan pelajaran yang sangat berharga. Dia juga mengaku beruntung mendapatkan pelatih seperti dia karena membantunya dalam melengkapi skill di atas ring. Β 

"Seperti model penutup hidung saja. Awalnya saya tidak mau pakai tapi dia paksa karena dia bilang bagus untuk melindungi saya. Saya masih kukuh dengan argumen saya, tapi lama-lama benar, setelah dipakai memang tidak sakit. Sejak itu saya berpikir kita memang perlu belajar, tidak boleh menutup diri. Ini 'kan artinya sama dengan style pukulan yang dia berikan kepada saya, awalnya memang susah karena belum adaptasi. Tapi lama-lama pasti terbiasa."

Menurut Daud, tidak banyak pelatih yang seperti Craig. Artinya yang memahami dan memperhatikan setiap detil kekurangan dari petinjunya.

"Seperti tadi latihan, dia sampai perhatikan saat pukul dibilang bokong tidak boleh naik, kaki diperhatikan. Coba pelatih lain kita tidak ada seperti itu, yang penting asal pukul saja. Ini 'kan bagus, artinya kita tahu kekurangan kita," ungkapnya.

Tak hanya itu, perhatian yang diberikan Craig juga berbeda dari apa yang pernah ia alami selama menjadi petinju.

"Rasa sayang dia tinggi kepada kita. Dia menganggap kita ini atlet bukan besi yang semaunya bisa dia buang. Dengan dia mengelap, kasih minum. Dia juga pelatih yang sangat bertanggung jawab.

"Makanya sekarang itu saya malas cari tahu tentang lawan. Dulu saya memang suka cari tahu. Tapi di sini saya fokus benahi kekurangan yang ada pada diri, karena kalau saya saja sudah benar siapapun lawan yang dihadapi pasti bisa," ujarnya.



Sementara itu, Craig secara terpisah menyadari bahwa lawan yang dihadapi Daud merupakan petinju kuat dan tangguh. Bahkan dia menilai ukuran tubuh yang dimiliki Coria lebih besar ketimbang Daud saat di atas ring nanti. Namun begitu, Craig tidak khawatir. Saat ini fokusnya adalah memperbaiki kekurangan Daud.

"Petinju dari Argentina berdasarkan apa yang saya pelajari, mereka kadang seorang dirty fighters dan sangat kompetitif di atas ring. Tapi Coria juga cerdas dan juga sneaky. Intinya adalah Β siapapun lawan Daud, jika dia bisa melakukan gerakan dasar seperti yang kami inginkan, lebih banyak memukul dibandingkan dipukul, dia akan mampu memenangi petarungan," kata pelatih asal Australia itu.

"Coba lihat semua petinju terbaik di masa lalu seperti Berrnard Hopkins, mereka punya gerakan dasar yang terkontrol. Muhammad Ali pemukul yang hebat dan kuat tapi dia lebih banyak memukul dibandingkan dipukul.

"Saya lihat Daud sudah mulai membaik dan sudah mulai melakukan sedikit perubahan. Jadi saya bahagia dengan ini. Jika dia terus mempertahankan attitude ini, kalian akan melihat hal berbeda dari dirnya di atas ring, tapi tetap seorang petinju yang hebat," pungkasnya.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads