Duh, Tempat Latihan Baru untuk Maria Londa Terhambat Urusan Administrasi

Duh, Tempat Latihan Baru untuk Maria Londa Terhambat Urusan Administrasi

Mercy Raya - Sport
Rabu, 27 Apr 2016 18:27 WIB
Duh, Tempat Latihan Baru untuk Maria Londa Terhambat Urusan Administrasi
(MARTIN BUREAU / AFP)
Jakarta - Meski sudah mendapat kepastian lokasi lintasan sintetis yang akan dibangun, namun Maria Natalia Londa masih harus menunggu sebulan lagi hingga benar-benar bisa menjajal trek level Olimpiade tersebut.

Persoalan administrasi rupanya masih menjadi kendala untuk merealisasikan trek impian Maria, yang rencananya dibangun di GOR Mengwi, Badung, Bali, tersebut.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak jika tidak ada permintaan pengalihan pemindahan tempat latihan Londa. Dan, sampai saat ini persoalan administrasi itulah yang masih ditunggu pihaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kami tinggal menunggu surat pengalihan rencana pemindahan tempat latihannya Maria Londa dari Kabupaten Badung, dan kami sudah menunggu ini cukup lama sekitar satu bulan, sementara Maria sebentar lagi akan turun di Olimpiade," kata Gatot ketika dihubungi, Rabu (27/4/2016).

Tak ingin jadi saling tunggu, Gatot pun berencana jemput bola guna memastikan hal tersebut. Pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung agar bisa mempercepat proses administrasi yang diperlukan.

"Ini sebenarnya telat. Tapi daripada miskomunikasi saya juga sudah perintahkan ke Asdep (asisten deputi IV) saya untuk proaktif lah, kekurangannya apa ke pihak pemerintah Badung, supaya besok pagi bisa dilengkapi semua."

Permintaan membuat trek sintetis Β sejatinya sudah sejak lama didengungkan, baik oleh Maria maupun pelatihnya. Sehari-hari Maria yang sudah mendapatkan tiket Olimpiade ini harus berpindah-pindah tempat untuk latihan.

Maria juga kesulitan mencari tempat latihan khususnya trek sintetis. Padahal trek itu penting untuk membiasakan Maria dengan venue yang akan digunakan di Rio de Janeiro. Selama ini Maria hanya latihan di lapangan berpasir, di pantai kawasan Bali.

Menanggapi permintaan dari Kemenpora, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, I Ketut Widia Astika, mengatakan akan membuat dan mengirimkan surat yang dibutuhkan Kemenpora jika diperlukan.

"Sejauh ini saya tidak tahu. Tapi jika memang perlu ya segera dibuatkan," kata Widia, ketika ditemui terpisah.

Menyoal anggaran yang dibutuhkan, Widia mengatakan tidak tahu angka pastinya. Hanya waktu kunjungan Kemenpora dan Satlak Prima sempat muncul angka Rp 1 miliar.

"Anggaran dan kontraktor semua diutus oleh pemerintah Pusat. Kami hanya terima bersih saja. Termasuk terkait apakah setelah Olimpiade, trek bertaraf international itu dirawat oleh kabupaten Badung atau Pusat. Itu akan dibicarakan kembali," sahutnya.

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads