Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua KOI Muddai Madang. Menurut perhitungannya, biaya untuk membangun venue baru tidaklah berbeda jauh dibandingkan dengan biaya sewa di dua tempat tersebut.
JIExpo akan digunakan menggelar partai cabang olahraga (cabor) beladiri seperti judo, kabbadi, karate, angkat besi, gulat, dan wushu. Sementara ICE BSD menjadi venue cabor anggar, senam, bola tangan, sepaktakraw, jujitsu, squash, tenis meja, dan taekwondo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga sewa di sana itu jika ditotal hampir sama dengan harga beli," kata Muddai di Kantor KOI, Senayan, Kamis (28/4/2016).
"Selagi itu bisa bikin sendiri kenapa tidak bikin sendiri. Seperti di Cibubur, itu kan ada lahan. Toh tidak digunakan untuk test event juga," sebutnya.
Masalah lainnya adalah selain sewa venue, komponen pendukung pertandingan juga harus disewa, salah satunya tribun. "Berapa jumlah yang harus dikeluarkan? Ini kan membutuhkan biaya yang cukup mahal," lanjut Muddai.
Muddai berharap keputusan soal venue tersebut bisa diketahui sebelum digelarnya rapat Kordinasi Komite ke-4 yang akan digelar 10-11 Mei 2016. Termasuk soal kepastian Kemenpora untuk beberapa lokasi venue untuk cabor kriket dan rugby.
"Kami minta minggu depan sudah diputuskan. Sebelum 9 Mei 2016 sudah harus siap semua laporan-laporannya," ucapnya.
(krs/nds)










































