Hal itu disampaikan Manajer Strength and Conditioning Satlak Prima Kelana Sukma Anggun Jatnika. Tes fisik selama dua hari tersebut tuntas dilangsungkan pada hari Kamis (28/4/2016), di kolam renang Tirta Arum Blahkihu, Badung, Bali.
"Kondisi fisik mereka masih belum maksimal dan perlu dibuat formula latihan untuk meningkatkannya. Formula latihan akan disusun bersama Direktur Performa (HPD) dan pelatih renang dengan mengacu hasil test fisik yang sudah dilakukan," kata Kelana dalam rilis persnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tes fisik yang dilakukan sendiri meliputi static flexibility, water speed, standing broad jump, 12 level core stability, critical swim speed sest, dan VO2Max.
Sementara itu Direktur Perfoma Renang Hartadi menyambut baik program yang dilakukan Satlak Prima dalam rangka meningkatkan perfoma atlet melalui tes fisik itu.
"Sekarang kita bisa melihat hasil tes fisik dan kekurangan yang ada. Selain itu, personil Satlak Prima selalu membangun komunikasi dan mengajak kita berdiskusi untuk menyempurnakan program latihan peningkatan prestasi atlet dengan melibatkan sport science," ujar Hartadi.
Berbicara mengenai 15 perenang yang mengikuti tes fisik, Hartadi menjelaskan mereka dijaring berdasarkan catatan waktu terbaik. "Renang itu kan cabang olahraga terukur. Jadi, kita bisa menentukan perenang yang direkrut untuk persiapan SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 melalui catatan terbaik," sebutnya.
Dalam menjalankan program latihan, imbuh Hartadi, cabang olahraga renang melibatkan pelatih asal Prancis, David Armandoni, yang mendapat rekomendasi Satlak Prima.
"Kita mengusulkan David Armandoni yang pernah menjadi asisten pelatih renang Prancis karena telah membuktikan kualitasnya. David itu pernah dikontrak Dispora Provinsi Riau yang menjadikan Vanessa Evato dan Azzahra menduduki peringkat satu nasional," jelasnya.
(mcy/krs)











































