Atlet Indonesia Diminta Waspada dengan Keamanan di Brasil

Atlet Indonesia Diminta Waspada dengan Keamanan di Brasil

Mercy Raya - Sport
Jumat, 29 Apr 2016 18:11 WIB
Atlet Indonesia Diminta Waspada dengan Keamanan di Brasil
Foto: Richard Heathcote/Getty Images
Jakarta - Atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Brasil tak cuma dihadapkan pada cuaca dan jarak tempuh yang jauh. Keamanan juga jadi hal yang krusial.

Situasi politik yang dihadapi Brasil menjadi faktor meningkatnya tingkat kriminal di negara tersebut. Baru-baru ini seorang atlet China nyaris jadi korban perampokan saat berjalan-jalan di pantai Copabana, Rio De Janeiro. Atlet anggar bernama Xu Anqi itu berada di Brasil untuk berkompetisi di Grand Prix Anggar dan Kejuaraan Dunia anggar Beregu.

Tiga remaja datang dan mencoba mencuri kalung milik Xu Anqi. Beruntung, Xu dengan cepat mempertahankan kalungnya. Sebelumnya rekan-rekannya membantu dia dan perampok dengan melarikan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah sering datang ke Rio dalam beberapa tahun terakhir. Saya juga merasa akrab dengan Rio tapi karena kejadian perampokan ini saya jadi merasa takut," kataΒ  Xu Anqi, atlet yang nyaris kena rampok, seperti dilansir china.org.

Meski bukan terjadi pada atlet Indonesia, kejadian itu membuat Chief de Mission Olimpiade untuk Indonesia, Raja Sapta Oktohari, bertindak sigap dengan menjalin berkomunikasi dengan pihak Brasil. Okto khawatir keamanan di Brasil akan mempengaruhi penyelenggaraan Olimpiade di Rio de Janeiro.

"Yang jelas karena keadaan politik di Brasil membuat kita harus hati-hati, karena bagaimanapun juga atlet itu aset nasional," kata Oktohari, lewat sambungan telepon.

Tak hanya waspada, Okto mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak panitia Brasil dan kedutaan di sana.

"Kami sudah komunikasi dengan pihak Brasil. Mereka juga menawarkan keamanan untuk menjaga kontingen. Nanti mungkin kita akan kerjasama dengan pihak berwenang baik dari kedutaan, kepolisian. Yang jelas kami akan koordinasilah," Okto menjelaskan.

"Tapi ini jadi sebuah gambaranlah buat kita semua, seerti hotel yang susah, lalu situasi politik di Brasil memang tidak sama di London, jadi perencanaan akan dibuat sematang mungkin. Kita buat seefektif mungkin mendesain kontingen ini supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan," pungkasnya. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads