Menjalani laga hari kedua Final Four II di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (7/5/2016) malam WIB, Samator menang mudah dengan skor 25-20, 25-22, dan 25-15. Hasil ini memastikan Samator lolos ke Grand Final ditemani Jakarta BNI Taplus.
Pelatih Samator Ibarsyah, Djanu Tjahyono, menilai kemenangan ini berkat keberhasilan anak asuhnya mengatasi tekanan. Penerimaan bola yang baik juga memudahkan tim mengembangkan permainan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian mengurangi kesalahan sendiri. Alhamdulillah hari ini anak-anak bisa main lepas."
"Kami unggul di blok hari ini, receive juga sempurna. Receive perfect, jadi tosser enak mau mengarahkan bola ke mana-mana. Tadi kita juga tekankan main cepat," tandas Ibarsyah.
Sebaliknya, tuntutan untuk menang sempurna membuat Pertamina Energi tegang. Sang pelatih, Octavianus, mengakui timnya masih kalah pengalaman.
"Kita sudah hitung-hitungan sebelumnya. Kita harus ambil tiga poin, jadi ya berat," ujarnya.
"Jadi tadi pagi saya tekankan agar main lepas saja. Yang penting enjoy, main lepas saja."
"Tapi ternyata ya tertekan. Justru malah Samator yang bisa main lepas. Kita kalah pengalaman lah," imbuhnya.
Juga lolos ke Grand Final adalah BNI Taplus. Samator dan BNI Taplus sama-sama mengoleksi nilai 11 dari lima pertandingan, sedang Pertamina Energi baru punya enam poin.
Sementara itu di laga sebelumnya pada kategori putri, tim Jakarta Elektrik PLN menang 3-1 atas Jakarta PGN Popsivo. Elektrik PLN sendiri sudah dipastikan lolos ke Grand Final.
(raw/mfi)











































