Pulih Cedera, Maria Fokus Pertajam Teknik

Pulih Cedera, Maria Fokus Pertajam Teknik

Mercy Raya - Sport
Kamis, 12 Mei 2016 19:14 WIB
Jakarta - Setelah pulih dari cedera, Maria Natalia Londa terus mempertajam teknik lompatan. Dia akan melakukan uji coba demi memperbanyak jam terbang sebelum berlaga di Olimpiade.

Setelah pulih dari cedera tendon yang dibekapnya saat di SEA Games 2015, Maria sudah menunjukkan hasil yang optimal utamanya saat ujicoba di Singapura Terbuka, akhir bulan lalu. Meski catatan waktunya tidak menembus lompatan terbaiknya yakni 6,70 meter, namun pelatih Maria, I Ketuh Pageh, mengapresiasi hasil anak didiknya.

Di Singapura Maria hanya bisa melompat sejauh 6, 34 meter. Hasil ini lebih baik ketimbang lompatan-lompatan sebelumnya yang hanya bisa tembus di sekitaran 5, 78 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah catatan lompatan saya kira itu bukan fokus kami saat di Singapura kemarin. Tetapi kami ingin mengetahui perkembangan Maria setelah cedera. Apakah masih trauma atau tidak, tapi ternyata tidak dan dan kami senang sekali, karena dengan hasil itu kami jadi berani mengambil program-program yang kita targetkan di turnamen," kata Pageh kepada detikSport, lewat sambungan telepon Kamis (12/5/2016).

Menurut Pageh, saat ini dirinya hanya tinggal memoles teknik-teknik yang perlu dipertajam oleh Maria. Di samping ia juga meminta keterbukaan dari Maria untuk masalah cederanya.

"Si atlet itu harus jujur dengan kondisinya, takutnya Maria karena punya motivasi tinggi jadi menutupi rasa sakit. Nah ini saya sebagai pelatih harus beri pengertian, dan itu sudah saya lakukan. Mudah-mudahan Maria menyadari hal itu," ujarnya.

Selain memoles teknik, rencananya Maria akan diikutsertakan dalam event nasional yang akan diselenggarakan 18-22 Mei mendatang. Tujuannya untuk menambah jam terbang Maria setelah pulih dari cedera, juga melihat sejauh mana teknik yang diterapkan sudah terserap oleh si atlet.

"Saya sudah minta izin kepada Bapak Paulus Lay (manajer atletik ). Saya ingin tahu sejauh mana tekniknya sudah terserap. Dari situ kita akan evaluasi lagi, dan ada bayangan hasil akhirnya seperti apa.'

Lintasan Sintetis Masih dalam Proses

Selain masalah teknik, Maria sejatinya juga membutuhkan lintasan sintetis guna mendukung perfomanya jelang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Administrasi masih menjadi kendala untuk merealisasikan trek impian Maria, yang rencananya dibangun di GOR Mengwi, Badung.

Pageh mengatakan pihaknya bersama perwakilan Satlak Prima telah menghadap ke pemerintah daerah Badung guna melanjuti proses pembangunan trek sintetis tersebut. Sayangnya, Bupati Badung saat ini sedang tidak ada di tempat dan baru kembali Jumat besok. Sehingga masalah surat menyurat terhenti di Sekretaris Daerah.

"Secara lisan sebenarnya Kabupaten Badung tidak ada masalah, mereka sudah mengizinkan. Hanya Satlak Prima perlu dasar hukum tertulis (surat izin) untuk administrasi. Mudah-mudahan Senin pekan depan sudah selesai sehingga Selasa bisa digarap," kata Pageh.

Pageh berharap pembangunan bisa dilakukan secepatnya agar Maria bisa menggunakannya. Minimal sebelum ia bertolak Brasil.

"Kalau bulan ini bisa dibangun kan masih ada waktu dua bulan sampai Olimpiade. Satu bulan untuk bangun, satu bulan sisanya bisa digunakan Maria untuk latihan," katanya.

"Itu lebih efektif daripada tidak sama sekali. Karena lintasan ini nantinya bukan digunakan untuk Olimpiade saja, tetapi untuk jangka panjang seperti SEA Games 2017Β  dan Asian Games 2018," tutupnya. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads