Totalitas Indonesia dalam Menggarap Wisata Golf

Laporan dari Bangkok

Totalitas Indonesia dalam Menggarap Wisata Golf

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Jumat, 13 Mei 2016 08:51 WIB
Totalitas Indonesia dalam Menggarap Wisata Golf
Foto: Meylan Fredy Ismawan
Jakarta - Indonesia melalui Kementerian Pariwisata tak main-main dalam menggarap wisata golf. Berbagai upaya dilakukan dalam memaksimalkan potensi wisata khusus ini.

Wisata golf bukanlah wisata dengan pasar yang besar. Jumlah wisatawan yang bisa diharapkan dari wisata ini tidak sebanyak wisata lainnya.

Meskipun demikian, Indonesia tetap serius menggarap wisata golf. Wisata ini punya keistimewaan kendati pasarnya sangat segmented.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk golf ini kami lagi gencar-gencarnya promosi di luar. Dari statistik yang kami dapatkan, kontribusi terhadap PDB (pendapatan domestik bruto --Red) lumayan tinggi," jelas Nurdiansyah, Asisten Deputi Direktur Bidang Pameran Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, kepada detikSport di sela-sela Thailand Golf Expo 2016 di di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, Thailand, Kamis (12/5/2016).

"Rata-rata satu golfer pengeluarannya sangat besar untuk Indonesia. Sekali mereka datang bisa sampai US$ 6.000. Kalau dikali sekian ribu orang yang bisa masuk ke Indonesia, ya tinggal dikali saja," tutur Nurdiansyah.

"Kami sedang gencar-gencarnya mengadakan event di Indonesia. Tahun lalu kami ada event beberapa turnamen, seperti di Batam dan Bintan. Target wisman 10 ribu orang. Itu masuk rekor MURI. Kemarin kita juga mengadakan event dari bidang sales mission, mempertemukan industri golf di Indonesia dengan industri golf di Vietnam," lanjutnya.

Nurdiansyah menambahkan, pegolf mancanegara yang berkunjung ke Indonesia biasanya tidak datang sendiri. Mereka mengajak keluarga atau koleganya.

"Banyak yang dari Singapura datang ke Batam dan Bintan. Ada yang pulang pergi atau menginap sehari dua hari untuk main golf saja. Mungkin karena lebih murah juga," katanya.

Berpartisipasi dalam Thailand Golf Expo 2016 juga merupakan salah satu upaya Kementerian Pariwisata untuk mendongkrak wisata golf di Indonesia. Thailand Golf Expo merupakan pameran pariwisata golf skala internasional terbesar di Bangkok yang bersifat Business to Consumer (B2C) yang diselenggarakan setiap tahun. Event ini menjadi referensi bagi penggemar golf dari Thailand dan negara-negara lain dalam mencari alternatif tujuan wisata golf ke luar negeri.


Melalui Thailand Golf Expo 2016, Kemenpar memfasilitasi 11 industri pariwisata dari destinasi golf unggulan, yaitu Medan, Batam, Bangka Belitung, Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Bali. Dalam event ini, para pelaku industri bisa langsung berhubungan dengan calon konsumen di Thailand.

"Dari event ini, awalnya kami ingin memperkenalkan industri golf kita. Lapangan golf kita juga tidak kalah bagus dari negara-negara lain. Lalu sedapat mungkin mendatangkan golfer-golfer, khususnya dari Thailand, untuk datang ke Indonesia," kata Nurdiansyah.

Thailand Golf Expo 2016 akan berlangsung pada tanggal 12-15 Mei 2016. Ada 64 booth dalam event ini, salah satunya adalah Indonesia.

(mfi/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads