Hari ini para peserta menempuh rute sepanjang 145,7 km. Start diambil di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar dan finish di kaki Gunung Ijen, Paltuding, Banyuwangi.
Dengan sudut elevasi 1.889 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadikan rute di kaki Ijen ini salah satu jalur ekstrem di Asia. Dibandingkan dengan tanjakan di Malaysia yang hanya 1.660 hingga 1.740 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendatang baru dalam balap ini optimis bisa berada di urutan terdepan. Meski ada masalah dengan anggota timnya, dia mengaku akan berusaha sekuat tenaga untuk menaklukkan tanjakan di kaki Ijen.
"Sayang sekali kami mengalami banyak masalah, tiga dari pebalap kami harus mundur dari balapan. Saya kira saya sendiri yang akan memimpin," katanya.
"Medan ini akan sangat berat tapi saya akan berusaha bisa mengatasinya," ujar pebalap asal Selandia Baru ini.
Sementara itu Konstantin Fast dari tim Singha Infinite Cycling Team juga tak mau kalah untuk menaklukkan rute kali ini. Dia bertekad membantu rekan sesama timnya Peter Pouly, untuk merebut gelar raja tanjakan lagi.
"Kami berusaha mengulangi lagi (kemenangan). Saya ingin membantu Peter Pouly mencapai kemenangannya," paparnya.
Gunung Ijen memang menjadi primadona destinasi wisata di Banyuwangi. Selama lima tahun pula Ijen menjadi ikon kompetisi balap sepeda internasional kabupaten di Banyuwangi. (ams/mrp)











































