Saat Mantan Atlet Olimpiade Jadi Pemijat di Tour de Ijen

Saat Mantan Atlet Olimpiade Jadi Pemijat di Tour de Ijen

Aditya Mardiastuti - Sport
Sabtu, 14 Mei 2016 23:23 WIB
Saat Mantan Atlet Olimpiade Jadi Pemijat di Tour de Ijen
Foto: detikSport/Aditya Mardiastuti
Banyuwangi - Seorang mantan atlet Olimpiade asal Filipina tak sungkan turun untuk menjadi pemijat di gelaran International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Itu ia lakukan demi kesuksesan tim.

Pemandangan menarik itu terjadi di salah satu tim peserta ajang yang juga populer dengan nama Tour de Ijen tersebut. Roberto Querimit, demikian nama mantan atlet tersebut yang kini berdiri di bawah panji tim 7Eleven-Sava RBP Philippines.

"Hari ini kami ingin menang, kami harus berada di depan pebalap. Kalau yang lain menyerang kami harus mengimbangi agar kami bisa finish dengan bagus di Puncak Ijen," kata Roberto saat persiapan start di TPI Muncar, Sabtu (14/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roberto mengaku sudah enam tahun bersama tim 7Eleven-Sava RBP Philippines. Dia mengaku selalu ikut ketika tim berlaga di setiap pertandingan. "Ikut Tour de Singkarak juga. Tiga kali (ke) Banyuwangi (ITdBI)".

Sosok yang ikut terlibat dalam Olimpiade 1978 itu itu memang sudah terlatih menangani pebalap. Dia mengaku memijat mereka sebelum bertanding agar rileks.

"Saya memijat mereka agar mereka rileks, saya sengaja memijat mereka selama satu jam setelah makan malam. Saat pebalap tidur saya tetap memijat mereka agar rileks," ujarnya.

Pengalaman sebagai atlet sekaligus pelatih membuat Roberto dianggap mumpuni menangani atlet balap sepeda. Hal itu diungkapkan pebalap Edgar Niholas Nieto yang juga ada di timnya.

"Ya kami bawa satu tukang pijat dari Filipina. Dia selalu ikut ketika kami turnamen. Dia mantan atlet Olimpiade dia sangat berpengalaman," ujar Nieto saat ditemui terpisah.

Roberto sendiri menilai ajang balap sepeda ITdBI memang oke. Banyuwangi memberinya kesan yang tak terlupakan. "Tempatnya bersih, udara segar dan banyak daerah wisata. Suasananya tenang kemudian kendaraan motornya lebih disiplin dibanding di Filipina," katanya.

Sayangnya timnya tak satupun membawa gelar juara. Gelar juara disabet oleh Jai Crawford (Kinan Cycling Team) dari Jepang.

Untuk kategori pebalap Indonesia terbaik (red and white jersey) dimenangi pebalap Indonesia Dadi Suryadi (Terengganu Cycling Team), points classification (green jersey) dimenangi Guangdong Ma (Wisdom-Hengxiang Cycling Team), sedangkan King of Mountain diraih Bambang Suryadi (Black Inc Cycling Team).

Untuk kategori tim terbaik diraih Kinan Cycling Team dari Jepang disusul Black Inc Cycling Team (Laos) dan Terengganu Cycling Team (Malaysia). Sedangkan kategori tim Indonesia direbut Indonesia National Team, SAKB (Indonesia), dan BRCC (Banyuwangi, Indonesia).


(ams/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads