Awalnya ISSOM 2016 direncanakan hanya berlangsung tiga seri dikarenakan adanya rencana untuk merenovasi sirkuit Sentul demi perhelatan MotoGP 2017 mendatang. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, ISSOM selalu digelar selama enam seri.
Hal ini tentu mengundang tanya dari pebalap, tim maupun promotor balapan. Apalagi sempat beredar rumor yang menyebut bahwa ISSOM akan berlangsung empat seri saja atau diteruskan menjadi enam seri seperti biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu pihak penyelenggara yakni ABM Enteprise pun coba menanyakan perihal tersebut kepada pengelola sirkuit.
"Pada dasarnya kami siap untuk mengelar ISSOM seperti biasa hingga enam seri, namun seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Sirkuit Sentul ini rencananya akan direnovasi sehingga tentu berbagai event balapan pun terpaksa ditunda, tapi ini semua untuk kebaikan para pecinta olahraga otomotif di Indonesia kedepannya," ujar Chief Marketing Officer ABM Enterprise, Ronny Supardi, dalam rilis yang diterima detikSport.
Tapi pada akhirnya setelah dilakukan diskusi panjang, diputuskan bahwa ISSOM tahun akan digelar lima seri, kurang satu seri dari tahun-tahun sebelumnya. Seri keempat akan digelar 16-17 Juli sementara Seri kelima langsung digelar di bulan yang sama, yakni 30-31 Juli.
Alasan diadakannya dua seri tambahan ini dikarenakan masih adanya waktu sebelum dilakukan renovasi terhadap Sirkuit Sentul.
"Dengan adanya 5 seri maka terpenuhi regulasi mengenai balapan," CEO ABM Enterprise Vivi Montolalu.
Sebelumnya pihak Sirkuit Sentul telah memberikan solusi, memberikan jadwal satu seri lagi sebelum puasa. Tetapi sebagian besar pembalap keberatan ISSOM diadakan menjelang puasa.
"Hari Jumat kemarin kami adakan meeting dengan para pembalap ISSOM dan mengadakan voting. Hasilnya 90 persen pebalap keberatan mengadakan seri empat sebelum puasa," sambung Vivi.
Sementara itu pembalap senior Hari Darma Manopo mengungkapkan bahwa dirinya menerima saja apapun keputusan penyelenggara mengenai seri ISSOM.
"Siapa sih yang enggak mau sirkuit bagus dan balapan berkelas internasional datang, walaupun di lain sisi sebagai pembalap kita inginnya terus balapan, tapi tentu kita harus melihat kepentingan yang lebih besar," papar Hari. (mrp/raw)











































