TdF memang baru pertama kali dihelat. Namun, peserta yang identik antara TdF dengan Tour de Banyuwangi Ijen membuat Jai masih diunggulkan untuk menjadi juara lagi. Apalagi, TdF juga menyuguhkan etape-etape yang jadi jalur favorit Jai, menyuguhkan tanjakan.
Pebalap Australia berusia 32 tahun itu juga tak melihat ada masalah berarti dengan cuaca panas di Flores. Dia bersama-sama rekan satu timnya menargetkan juara lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah brand baru balapan balap sepeda jadi tak seorangpun mengetahui apa yang diharapkannya. Melihat buku manual race balapan ini merupakan balapan yang sulit dengan setiap hari memiliki tanjakan. Kami harus berusaha sekeras mungkin untuk memenangkan balapan.
"Soal cuaca akan menyulitkan para pebalap tapi semua kondisinya kan sama. Jadi akan menyulitkan buat semuanya. Kami merasa lebih ada persiapan setelah mengikuti Tour de Banyuwangi Ijen karena dua hari pertama di sana cukup berat dengan perubahan suhu udara yang cukup ekstrem. Sebab, sebelumnya kami satu tim mengikuti balapan di Tasmania. Jadi saat balapan di sini sedikit lebih dingin sebenarnya.
"Kami harus optimistis untuk memenangkan race ini. Saya rasa kami mempunyai peluang yang bagus," ujar Jai.
Etape pertama TdF akan dimulai Kamis (19/5/2016) dari Larantuka menuju Maumere. (fem/mfi)
