Publik Maumere dan Larantuka benar-benar menunjukkan antusiasme yang luar biasa untuk menyaksikan langsung aksi para pebalap. Di setiap desa yang dilewati pada etape pertama dari Larantuka menuju Maumere penonton tak pernah terputus.
Saat pelepasan di kantor Bupati Larantuka, Kamis (19/5/2016), para pebalap bukan cuma dilepas oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramil, tapi juga ratusan penduduk yang memenuhi kantor bupati hingga jalanan menuju batas kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini seperti pesta rakyat buat kami. Kami sudah menunggu-nunggu seperti apa balap sepeda dan ternyata para pebalapnya keren-keren," kata Kristina, pelajar SMP di Larantuka.
Ada saja ulah para penonton. Ada yang selfie dengan laptop, mengganti tongsis dengan ranting pohon, sampai menyediakan kelapa muda cuma-cuma. Memang tak semua bagian ada penonton, sebab rute sejauh 138,8 kilometer sempat melewati area hutan dan jauh dari desa.
Yang menarik, bukan soal pengerahan massa untuk menyaksikan balapan TdF ini. Tapi, ada imbauan dari bupati dua daerah tersebut --Flores Timur dan Maumere-- agar para penduduk mengurung hewan ternak saat balapan. Imbauan itu diumumkan sepekan belakangan ini lewat radio.
"Kami mengimbau agar para penduduk semua menjaga ternak agar tidak berada di jalanan pada 19 Mei nanti. Kurung semuanya. Juga agar tidak ada bahan bangunan yang berad di pinggir jalan," kata Yosep Lagadoni Herin, bupati Flores Timur dalam penggalan pidatonya lewat video.
(fem/roz)











































