Antusisme masyarakat Ruteng menyambut Tour de Flores sangat luar biasa. Mereka penasaran dengan kekuatan dan kecepatan para penggowes.
TdF selalu mendapatkan respons positif dari kabupaten-kabupaten yang dilewati. Sejak dari Maumere menuju Larantuka dan berlanjut ke Bajawa hingga sampai di Ruteng hari ini (22/5/2016), titik finis dan start selalu ramai oleh penduduk setempat. Mereka juga seolah menjadi pagar betis di desa masing-masing di sepanjang rute balapan. Boleh dibilang hanya area hutan yang tak ada penonton.
Kendati menjadi pengalaman pertama, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Manggarai terlihat benar-benar siap menjamu para pebalap dan rombongan ofisial tim plus panitia pendukung. Setiba di garis finis para pebalap langsung dikawal menuju lobi kantor kabupaten untuk dijamu santap siang. Setelah itu upacara penyerahan penghargaan berjalan rapi dengan para penonton yang dipagari para pramuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat sangat penasaran dengan kabar yang terus membicarakan ada balap sepeda yang lebih cepat daripada oto (mobil)," imbuh dia.
![]() |
![]() |
Selain lewat radio, masyarakat mengetahui kabar balapan Tour de Flores lewat media online dan media sosial. Mereka tak sabar segera mendapatkan kesempatan yang sama seperti masyarakat kabupaten-kabupaten lain yang sudah dilewati TdF.
"Saya tahu pebalapnya siapa saja dari detikcom. Saya penasaran siapa pebalapnya. Sejauh ini belum ada ya pebalap Indonesia yang finis terdepan ya?" kata Frangky Rodja, petugas Taman Nasional Kelimutu.
"Saya cek saja status teman-teman yang ada di Larantuka, maumere, dan Bajawa. Saya jadi tidak kesusahan juga untuk standby jam berapa karena selalu ada update di media sosial balapan sampai di mana," tutur Vila Etianti, penduduk Ranamese.
Balapan tinggal menyisakan satu etape, dari Ruteng ke Labuan Bajo. Start akan dilakukan besok (23/5/2016).
![]() |
![]() |















































