Peluang Robin Manullang Catatkan Sejarah di Tour de Flores

Peluang Robin Manullang Catatkan Sejarah di Tour de Flores

Femi Diah - Sport
Senin, 23 Mei 2016 01:35 WIB
Peluang Robin Manullang Catatkan Sejarah di Tour de Flores
detikSport/Femi Diah
Ruteng - Robin Manullang berpeluang mencetak sejarah di Labuan Bajo pada Senin (23/5). Jika sukses menjadi juara, pebalap tim nasional Indonesia itu akan menjadi juara pertama Tour de Flores.

Peluang untuk menjadi pemuncak klasemen umum amat terbuka bagi Robin. Pebalap 29 tahun itu ada di peringkat kedua dalam klasemen umum sementara dan hanya terpaut 10 detik dari pemuncaknya, Daniel Whitehouse (Selandia Baru), yang bergabung dalam Terengganu Cycling Team.

Setelah empat etape dilalui, dari Larantuka sampai Ruteng sejauh 540 kilometer, sejak 19 sampai 22 Mei, Whitehouse menjadi yang terdepan. Dia mencatatkan waktu 14 jam 53 menit dan 54 detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Etape terakhir pada Senin (23/5/2016) akan menempuh jarak 121,5 kilometer dari Ruteng di Manggarai menuju Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Menilik trek yang berupa kombinasi tanjakan, turunan, dan bervariasi jalur landai, balapan diprediksi masih bakal kompetitif.

"Kondisi para pebalap tim nasional masih stabil, terutama Robin. Makanya, peluang tetap terbuka untuk menjadi yang terbaik di Tour de Flores ini. Apalagi time gap dengan pemuncak klasemen hanya sepuluh detik," kata Wawan Setyobudi, manajer sekaligus pelatih timnas dalam obrolan dengan detikSport.

"Hasil akhir akan sangat bergantung hasil balapan besok. Trek berat dan bisa jadi persaingan akan terasa lebih berat karena menjadi trek final buat semua peserta. Syukur bisa menjadi juara Tour de Flores karena ini akan menjadi sebuah sejarah tersendiri. Atau setidaknya kami tidak kehilangan red and white jersey," tutur Wawan.

Robin menjadi satu-satunya pebalap tim nasional Indonesia yang masuk sepuluh besar di papan klasemen. Robin sekaligus menguasai red jersey sebagai tanda pebalap nasional terbaik dan blue jersey sebagai pebalap Asia terbaik.

Ada dua pebalap Indonesia lain yang mengisi sepuluh besar, yakni Hari Fitrianto dan Dadi Suryadi. Tapi, keduanya turun dengan tim asing kali ini. Dadi tergabung dengan Terengganu Cycling Team Malaysia, sedangkan Hari bersama Black Inc Cycling Team Laos. (fem/mfi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads