175 Perenang Ikuti Kejuaraan Antarpelajar se-Asia di Palembang

175 Perenang Ikuti Kejuaraan Antarpelajar se-Asia di Palembang

Mercy Raya - Sport
Rabu, 25 Mei 2016 12:25 WIB
175 Perenang Ikuti Kejuaraan Antarpelajar se-Asia di Palembang
[Ilustrasi] Foto: Al Bello/Getty Images
Palembang - Sebanyak 175 perenang dari 7 negara akan mengikuti 5th Asian Schools Swimming Championships di Jakabaring Sport City, Palembang 24- 31 Mei 2016.

Ajang ini bertujuan selain menambah pengalaman tanding, juga sebagai penentuan tim renang yang akan diterjunkan pada Asian School Games di Thailand, 21-29 Juli mendatang.

Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washington Galingging, mengatakan Indonesia akan menurunkan 31 perenangnya. Mereka akan bertanding melawan perenang- perenang dari Malaysia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Sri Langka, dan India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nantinya dari angka 31 akan diseleksi menjadi 22 perenang yang menjadi tim inti di Asian School Games 2016," kata Washington, seperti dalam rilis yang di terima detikSport.

Menurut Washington, prestasi perenang pelajar Indonesia saat ini cukup baik. Hal itu dibuktikan pada saat Asian School Games 2015 di Brunei Darussalam, di mana Indonesia mendapat 8 medali emas.

"Harapan kami tahun ini tentu lebih baik, atau minimal mempertahankan perolehan medali tahun lalu," katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov PRSI Sumsel, Widodo, mengatakan seluruh peserta sudah tiba di Palembang dan telah melakukan uji coba di stadion Akuatik Jakabaring.

Meski pernah menjadi tuan rumah event bergengsi seperti SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan ASEAN University Games 2014, Widodo mengatakan, pihaknya tetap melakukan perbaikan venue akuatik Jakabaring Sport City agar penyelenggaraan sukses. Menurutnya, renovasi ringan seperti pengecatan ulang, lampu, ruangan ganti, hingga tribun penonton sudah rampung 100 persen.

Widodo menolak anggapan jika cara ini salah satu strategi merayu Olympic Council of Asia agar Palembang dapatkan lebih banyak menghelat cabang olahraga di Asian Games 2018.

"Kami hanya memberikan semua kemampuan terbaik sebagai kota olahraga. OCA bisa nilai sendiri. Kami tidak ingin seperti itu,"ucapnya.

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads